LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bukalapak klaim omzet pelapak naik sampai 3 kali lipat

Berkembangnya bisnis jual beli secara online (e-commerce) bukan hanya membawa keuntungan perusahaan aplikasi e-commerce, tetapi juga pelaku usaha yang menjual barangnya melalui aplikasi tersebut.

2018-11-08 08:43:25
Bukalapak
Advertisement

Berkembangnya bisnis jual beli secara online (e-commerce) bukan hanya membawa keuntungan perusahaan aplikasi e-commerce, tetapi juga pelaku usaha yang menjual barangnya melalui aplikasi tersebut.

Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid mengatakan, pendapatan yang diterima oleh para pelaku usaha ini atau yang di Bukalapak biasa disebut sebagai pelapak meningkat sejak menjual produknya secara online melalui e-commerce.

"Kalau tidak salah, jumlah atau omzet masing-masing pelapak di Bukalapak, itu tahun lalu saja naik sekitar tiga kali lipat," ujar dia dalam acara World Conference on Creative Economy 2018 di Nusa Dua Bali, Kamis (8/11).

Advertisement

Dia menjelaskan, peningkatan omzet yang didapatkan oleh para pelapak ini sejalan dengan visi dari Bukalapak, di mana online marketplace ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kelas dari para pelaku usaha kecil dan menengah.

"Artinya ini sejalan dengan visi Bukalapak untuk menaikkelaskan UKM. Jadi kami tidak cuma memperbanyak pelapak saja tapi juga membuat pelapak yang berjualan ini semakin lama semakin makmur, semakin naik omzetnya," kata dia.

Menurut Fajrin, saat ini sebanyak 4 juta pelapak telah menawarkan produknya melalui Bukalapak. Ke depannya diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang menjadi pelapak dan merasakan manfaat dari menjual produknya secara online.
‎
"Sekarang sekitar 4 juta pelapak. Kebanyakan (menjadi pelapak) organik, mereka sendiri (masuk ke Bukalapak) atau melalui komunitas Bukalapak yang tersebar di lebih dari 100 kota. Ini salah satu efeknya meningkatkan word of mouth di antara pelapak.‎ Kebanyakan seperti itu. Tentu ada pelapak yang langsung kami approach. Tetapi itu tidak akan bisa masif dari sisi jumlah, jadi dua-duanya dilakukan," tandas dia.

Advertisement

Reporter: Septian Deny

Baca juga:
Pemprov Jatim gandeng Bukalapak kembangkan UKM go digital
Saat BBM dan Bukalapak berbagi ilmu di EGTC
Bukalapak rangkul toko kelontong sebagai mitra bisnis
Pesan bos Bukalapak saat maraknya perusahaan berorientasi tenaga kerja lepas di RI
Bos Bukalapak: Regulator anggap e-commerce RI dikuasai asing, itu data dari mana?

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.