BTN target realisasi spin off unit usaha syariah semester II-2017
Pembentukan bank syariah BTN menjadi alternatif bagi masyarakat dalam pembiayaan perumahan.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) menargetkan pemisahan (spin off) unit usaha syariahnya terealisasi semester II 2017 mendatang. Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, pihaknya sedang memperdalam studi kelayakan sebelum memutuskan pemisahan unit syariah.
Studi kelayakan tersebut akan disesuaikan dengan road map Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) soal pembentukan dan status usaha Bank Syariah BUMN.
"(Unit usaha) tahun depan (2017) kita lihat semester II. Studi kelayakan secara komprehensif meliputi persiapan, setoran modal dan pengembangan bisnis syariah ke depan pasca-spin off," kata Maryono usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2016 di kantornya, Selasa (12/4).
Direktur Syariah Bank BTN, Oni Febriarto mengatakan, pembentukan bank syariah BTN tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat dalam pembiayaan perumahan. Selain itu, bisnis syariah Bank BTN juga fokus pada pengembangan pembiayaan tabungan emas.
"Kita sudah menjalin kerja sama dengan Perum Pegadaian dalam bisnis pembiayaan emas. Ini bagian dari sinergi antar BUMN untuk memaksimalkan bisnis kedua perusahaan," jelasnya di tempat yang sama.
Baca juga:
Per 18 Maret 2016, BTN salurkan KPR ke 45 ribu unit rumah
BTN sebar dividen Rp 370 miliar, per lembar saham dapat Rp 34,95
Bos BTN setuju Indonesia-Israel buka hubungan diplomatik
BTN, bank penyedia kredit rumah pertama di Indonesia
Selain KPR, BTN juga bakal jadi pengelola dana di Kemenhub
Gandeng Kemenhub, BTN incar 15.000 PNS jadi nasabah KPR
Ikuti BI Rate, BTN janji bunga KPR tahun ini di bawah 10 persen