BRI bagi dividen Rp 6,3 triliun ke pemegang saham
Laba bersih bank BUMN ini tahun lalu Rp 21,16 triliun, 49 persen jadi laba ditahan, sisanya untuk investasi.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) setujui pembayaran dividen pay out ratio sebesar 30 persen atau senilai Rp 6,35 triliun dari total laba bersih perseroan tahun 2013 yang mencapai Rp 21,16 triliun.
Selebihnya, sebesar 49 persen atau senilai Rp 10,37 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan, dan sebesar 21 persen atau senilai Rp 4,44 triliun akan digunakan sebagai cadangan tujuan untuk mendukung investasi.
"Nilai pembagian dividen yang dibagikan dalam empat tahun terakhir terus mengalami peningkatan," kata Direktur Utama BBRI Sofyan Basir di Gedung BRI I, Jakarta, Rabu (26/3).
Tercatat pada 2010 nilai dividen BRI sebesar Rp 93,01 per saham, meningkat pada 2011 menjadi Rp 122,28 per saham, pada tahun 2012 dividen per saham menjadi Rp 225,23, dan pada 2013 dividen per saham menjadi Rp 257,33.
Total dividen yang diterima oleh pemerintah dari laba bersih bank pelat merah ini pada 2013 adalah sekitar Rp 3,6 tiliun.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) hingga akhir tahun 2013 tercatat masih berada di kisaran 16,99 persen. "Akhir 2014 kita pertahankan CAR sekitar 17 persen," tutur Sofyan.