BRI akui perlambatan ekonomi tekan pertumbuhan laba
Bank pelat merah tersebut mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 611,3 triliun
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam mengakui perlambatan ekonomi Indonesia menekan pertumbuhan laba. Untuk menjaga profitabilitas, BRI berupaya menekan biaya dana atau Cost of Fund (COF) dengan memperbaiki struktur pendanaan (funding structure).
Bank pelat merah tersebut mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 611,3 triliun. Sebanyak 56,2 persen atau Rp 343,3 triliun berbentuk giro atau tabungan.
Sisanya, 43,8 persen atau Rp 268 triliun berbentuk deposito.
"Dengan komposisi yang seperti itu, Bank BRI berhasil menurunkan biaya dana atau cost of funding dari yang sebelumnya 4,3 persen di Triwulan III tahun 2014 menjadi 4,2 persen di Triwulan III tahun 2015," ungkap Direktur Utama BRI Asmawi Syam di Kantornya, Jakarta, Kamis (22/10).
Penurunan biaya dana berdampak positif. laba bersih BRI tumbuh sebesar 1,4 persen dari sebelumnya sebesar Rp 18,0 Triliun menjadi Rp 18,3 Triliun.
"Untuk menghadapi kondisi perekonomian, pada Triwulan III tahun ini BRI melakukan penyisihan pencadangan kerugian atau NPL Coverage Ratio hingga 150 persen dengan rasio kecukupan modal sebesar 20,6 persen."
Baca juga:
Kuartal III-2015, BRI salurkan kredit Rp 518,9 triliun
Tak pernah dibobol, BNI klaim punya sistem IT terbaik
Bos OJK sebut perbankan dalam negeri berpotensi kuasai ASEAN
OJK nilai perbankan nasional tak siap hadapi pasar bebas Asean
Perluas akses KUR, BRI gandeng pegawai BUMN mati suri
Hindari kepemilikan asing, Misbakhun usulkan revisi UU Perbankan