OJK nilai perbankan nasional tak siap hadapi pasar bebas Asean
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan menyatakan perbankan dalam negeri belum siap menghadapi liberalisasi ekonomi di Asean. Sebab, perbankan dalam negeri terlihat masih ogah ekspansi ke luar negeri.
"Salah satu kekurangan kita domestic oriented, lupa untuk melihat opsi yang ada di luar, dengan alasan margin dalam negeri yang masih menggiurkan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, Jakarta, Senin (12/10).
Sebaliknya, menurut Muliaman, ekspansi ke luar negeri justru menjadi keharusan bagi perbankan negara tetangga
"Ini menurut saya salah satu sentilan bagi kita semua," katanya. "Bagi beberapa negara Asean yang size market kecil, keluar dari wilayahnya menjadi suatu keharusan."
Padahal, kata Muliaman, perbankan Indonesia memiliki potensi untuk memasuki pasar negara lain.
"Perbankan biasanya masuk setelah bisnis lain masuk, ini menjadi saling terkait satu sama lain," katanya. "Ketika ingin mendorong perbankan masuk ke negara lain (Kamboja dan Vietnam) tapi sektor riil ke sana terbatas, jadi kurang optimal."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya