LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPTJ Sebut Penerapan ERP Bakal Tingkatkan Jumlah Penumpang MRT

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, penerapan Electronic Road Pricing (ERP) selain sebagai upaya pengendalian kemacetan di Jakarta, juga demi meningkatkan jumlah penumpang MRT yang akan beroperasi 24 Maret 2019.

2019-03-21 13:39:51
Transportasi umum
Advertisement

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, penerapan Electronic Road Pricing (ERP) selain sebagai upaya pengendalian kemacetan di Jakarta, juga demi meningkatkan jumlah penumpang MRT yang akan beroperasi 24 Maret 2019.

"Kalau tidak begitu khawatir tidak ada yang naik MRT. Jangan sampai seperti LRT di Palembang dan Kereta Bandara. Kalau tidak begitu siapa yang bayar MRT," kata Bambang di Hotel Milenium, Jakarta, Kamis (21/3).

Dengan beroperasinya MRT ini, secara bertahap proyek angkutan massal lainnya seperti LRT juga akan beroperasi. Nantinya semua angkutan masal ini akan saling terintegrasi, salah satunya di Dukuh Atas.

Advertisement

Tidak hanya itu, MRT juga diharapkan bisa mengubah budaya masyarakat DKI Jakarta untuk bisa menggunakan angkutan umum daripada menggunakan kendaraan pribadi.

Selain penerapan ERP, sejumlah penataan yang akan dilakukan BPTJ adalah dengan pelarangan Kopaja dan Metromini melintas di sepanjang jalan protokol tersebut.

"Sesuai road map kami, sepanjang jalan itu cuma ada MRT dan Transjakarta nantinya. Jadi kalau MRT mulai operasi, nanti kita akan lakukan penataan angkutan umum yang kecil-kecil itu (Kopaja, Metromini)," tambah Bambang.

Advertisement

Sebelumnya, Bambang mendesak pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera mengimplementasikan ERP, mengingat kondisi lalu lintas di Ibu Kota yang kian mengkhawatirkan. Menurutnya, kebijakan ganjil genap pun sudah tidak ampuh lagi mengatasi padatnya volume kendaraan di Jakarta.

"Sekarang kan kita lihat kondisi lalu lintasnya terus semakin memburuk ya kan. Dari awal sudah dikatakan sistem ganjil genap ini gak bisa bertahan lama, paling lama setahun, abis itu kita udah crowded lagi. Oleh karena itu kita segera menerapkan kebijakan baru yaitu yang disebut dengan ERP," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (19/3).

Karena kebijakan ganjil genap sendiri sudah berjalan hampir satu tahun, Bambang menegaskan akan mendorong Pemprov DKI untuk segera menerapkan kebijakan baru tersebut.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ditargetkan Berlaku Tahun Ini, ERP Bakal Gantikan Sistem Ganjil Genap
BPTJ Desak Pemprov DKI Segera Berlakukan ERP
Penerapan ERP Diyakini Tekan Kemacetan Ibu Kota
Rambu Sudah Terpasang, Namun Penerapan ERP Masih Terus Dikaji
Pemprov DKI Optimis Sistem ERP Dapat Terlaksana

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.