BPS Prediksi Produksi Beras Turun hingga Juli 2026
BPS memperkirakan luas panen padi Januari-Juli 2026 naik tipis. Namun produksi gabah dan beras justru diproyeksikan menurun dibanding tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan luas panen padi nasional pada periode Januari-Juli 2026 mengalami kenaikan tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, peningkatan tersebut tidak berbanding lurus dengan produksi gabah maupun beras.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan luas panen padi sepanjang tujuh bulan pertama 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare.
"Potensi luas panen padi pada Mei-Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta ha atau mengalami penurunan 0,02 juta ha atau 0,65 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," kata Pudji, Selasa (2/6/2026).
Meski potensi panen pada Mei hingga Juli sedikit lebih rendah, secara kumulatif luas panen Januari-Juli 2026 masih diperkirakan meningkat sekitar 0,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi Gabah Diproyeksi Menurun
BPS mencatat produksi padi pada April 2026 mencapai 7,63 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut turun 16,03 persen dibandingkan April tahun sebelumnya yang mencapai 9,09 juta ton GKG.
Untuk periode Mei-Juli 2026, produksi padi diperkirakan berada di angka 13,75 juta ton GKG. Angka ini lebih rendah 0,16 juta ton atau turun 1,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Dengan demikian, produksi padi sepanjang Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 38,11 juta ton GKG, atau mengalami penurunan sebesar 0,13 juta ton GKG, atau 0,34 persen dibandingkan periode sama tahun 2025," ujarnya.
Produksi Beras Turut Tertekan
Penurunan produksi gabah juga berdampak pada hasil beras nasional. Pada April 2026, produksi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton, turun 16 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 5,23 juta ton.
Sementara itu, produksi beras selama Mei-Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,92 juta ton atau berkurang 0,09 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut proyeksi BPS, total produksi beras nasional sepanjang Januari-Juli 2026 akan mencapai 21,95 juta ton.
"Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 21,95 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,08 juta ton atau 0,35 persen dibandingkan periode sama tahun 2025," kata Pudji.