LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS Perkirakan Produksi Padi Tahun ini Capai 55,16 Juta Ton

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memperkirakan luas panen padi pada 2020 sebesar 10,79 juta hektar. Mengalami kenaikan sebanyak 108,93 ribu hektare atau 1,02 persen dibandingkan luas panen tahun 2019 yang sebesar 10,68 juta hektare.

2020-10-15 14:54:24
BPS
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memperkirakan luas panen padi pada 2020 sebesar 10,79 juta hektar. Mengalami kenaikan sebanyak 108,93 ribu hektare atau 1,02 persen dibandingkan luas panen tahun 2019 yang sebesar 10,68 juta hektare.

"Karena luas panen yang meningkat, otomatis produksi padi-nya juga mengalami peningkatan," kata Suhariyanto dalam video konferensi, Kamis (15/10).

Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 55,16 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 556,51 ribu ton atau 1,02 persen dibandingkan produksi di tahun 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.

Advertisement

"Jadi potensi produksi produksi padi pada tahun 2020 diperkirakan akan sebesar 55,16 juta ton gabah kering giling. Berarti ada peningkatan 1,02 persen. Kalau realisasi sampai dengan September memang menurun, tetapi kita harapkan potensi pada bulan Oktober sampai dengan Desember itu bisa terwujud," imbuhnya.

Dia menjelaskan, jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 diperkirakan sebesar 31,63 juta ton. Mengalami kenaikan sebanyak 314,10 ribu ton atau 1,00 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

"Dengan melakukan konversi dari gabah kering giling ke produksi beras, maka pada tahun 2020 ini produksi beras kita diperkirakan sebesar 31,63 juta ton. Meningkat 1 persen dibandingkan produksi beras tahun lalu," jelasnya.

Advertisement

Meski demikian, yang harus diperhatikan adalah peringatan akan adanya fenomena La Nina. Fenomena La Nina diperkirakan akan mengakibatkan curah hujan pada akhir tahun lebih tinggi dibandingkan dengan masa normal. Curah hujan tinggi bisa mengakibatkan bencana hidrometeorologi yang turut mempengaruhi hasil panen.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
China Masih Jadi Negara Pangsa Pasar Ekspor Terbesar Indonesia
Data BPS: Upah Nominal Harian Buruh September 2020 Naik Tipis
September 2020, Ekspor Perhiasan dan Logam Mulia Turun Tajam
Naik 7,71 Persen, Nilai Impor September 2020 Tembus USD 11,57 Miliar
BPS Catat Neraca Perdagangan September 2020 Surplus USD 2,44 Miliar
Ekspor di September 2020 Naik 6,97 Persen Jadi USD 14,01 Miliar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.