LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS: Inflasi September 0,13 persen, disumbang biaya sekolah

Inflasi ini berdasarkan pemantauan dari 82 kota besar. Inflasi September jika dilihat secara bulan kalender adalah 2,66 persen dan secara tahunan adalah 3,72 persen.

2017-10-02 11:36:26
BPS
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen, meningkat dari Agustus 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-September) 2017 sebesar 2,66 persen dan secara tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 3,72 persen.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (2/10).

Advertisement

Dari 82 kota IHK, 50 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Di mana inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen dan terendah terjadi di Mamuju dan Depok sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,04 persen, dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen.

Dari kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan, di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen.

Advertisement

Kelompok sandang sebesar 0,52 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 1,03 persen. Dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,53 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September 2017, antara lain beras, uang kuliah akademi/perguruan tinggi, cabai merah, emas perhiasan, ikan segar, pepaya, garam, bubur, mie, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok kretek filter, besi beton, tarif kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga, uang sekolah SD, uang sekolah SMP, uang sekolah SMA, dan tarif rekreasi.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, telur ayam ras, tomat sayur, cabai rawit, bayam, kangkung, dan semangka.

"Uang kuliah perguruan tinggi andilnya 0,05 persen sementara uang sekolah SD, SMP dan SMA tidak terlalu, sudah tercermin di bulan lalu tipis sekali hanya 0,01 persen," pungkasnya.

Baca juga:
BPS maksimalkan penggunaan teknologi sajikan data berkualitas
Hingga Agustus 2017, Indonesia dibanjiri produk dari China dan Jepang
BPS catat ekspor RI terbesar berasal dari industri pengolahan
Agustus 2017, China jadi negara pangsa pasar ekspor terbesar Indonesia
Impor buah RI meningkat 200 persen di Agustus, termasuk kelengkeng dari Thailand

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.