LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS: Inflasi 2016 capai 3,02 persen, terendah sejak 2010

"Angka inflasi Desember ini membuktikan seluruh harga-harga sangat terkendali jika dibanding Desember 2015. Ini capaian yang bagus sekali. Jika dilihat inflasi Desember beberapa tahun ke belakang, angka inflasi bulan ini angka terendah sejak 2010."

2017-01-03 11:41:42
BPS
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 0,42 persen pada Desember 2016. Angka ini turun dibanding November 2016 yang mencapai 0,47 persen. Sementara inflasi pada tahun kalender (Januari-Desember 2016) mencapai 3,02 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, inflasi dari tahun ke tahun (Desember 2016 terhadap Desember 2015) mencapai 3,02 persen. Menurutnya, inflasi di tahun 2016 ini merupakan angka inflasi terendah sejak 2010.

"Angka inflasi Desember ini membuktikan seluruh harga-harga sangat terkendali jika dibanding Desember 2015. Ini capaian yang bagus sekali. Jika dilihat inflasi Desember beberapa tahun ke belakang, angka inflasi bulan ini angka terendah sejak 2010," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Selasa (3/1).

Advertisement

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) ada 78 kota yang mengalami inflasi, dan 4 kota deflasi. Di mana inflasi tertinggi di Loksumawe sebesar 2,25 persen dan inflasi terendah di Padangsidimpuan dan Tembilahan sebesar 0,02 persen, sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,52 persen.

Dia menambahkan, inflasi Desember 2016 dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran yang termasuk dalam transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,12 persen. Hal ini dikarenakan adanya libur panjang terkait Hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

"Secara umum inflasi Desember ini dipengaruhi oleh naiknya transportasi udara karena pengaruh liburan Natal dan Tahun Baru," imbuhnya.

Advertisement

Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami inflasi adalah bahan makanan sebesar 0,5 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,45 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,18 persen; kesehatan sebesar 0,32 persen, dan pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,05 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah sandang sebesar 0,46 persen. Sedangkan menurut komponen Inti mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, harga diatur pemerintah sebesar 0,97 persen, dan bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,47 persen.

Baca juga:
Masyarakat diminta tak menilai impor melulu negatif
Hingga November 2016, impor beras Indonesia capai 1,2 juta ton
Akhir tahun, BPS sebut harga beras dan cabai merah turun
Butuh data statistik terorisme, BNPT MoU dengan BPS
BPS: Rupiah melemah hingga Rp 13.500 per USD selama November 2016

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.