BPS: Impor Desember tertinggi sepanjang 2016
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, nilai impor ini dipengaruhi oleh impor non migas yang mencapai USD 11,09 miliar, meningkat 1,35 persen dibanding bulan sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia mencapai USD 12,78 miliar pada Desember 2016. Angka ini naik 0,88 persen jika dibandingkan November 2016 sebesar USD 12,66 miliar. Sedangkan, dibanding Desember 2015, juga mengalami peningkatan 5,82 persen.
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, nilai impor ini dipengaruhi oleh impor non migas yang mencapai USD 11,09 miliar, meningkat 1,35 persen dibanding bulan sebelumnya. Juga impor migas yang mencapai USD 1,69 miliar, menurun 2,13 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kenaikan ini karena ada peningkatan volume perdagangan dan bisa kita acak bahwa beberapa jenis impor non migas mengalami kenaikan. Ini yang menyebabkan impor Desember naik 0,88 persen," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (16/1).
Secara kumulatif (Januari-Desember 2016) nilai impor Indonesia mencapai USD 135,65 miliar, menurun 4,94 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh total nilai impor migas sebesar USD 18,72, menurun 23,92 persen di tahun sebelumnya, dan impor non migas sebesar USD 116,93 persen, menurun 0,98 persen.
"Meski begitu, nilai impor pada Desember ini merupakan impor tertinggi selama 2016," imbuhnya.
Suhariyanto menambahkan, peningkatan impor non migas terbesar pada Desember 2016 adalah golongan perhiasan atau permata sebesar USD 101 juta. Sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar USD 112 juta.
Baca juga:
2016, Amerika Serikat jadi negara tujuan ekspor terbesar RI
Manufaktur masih penyumbang terbesar ekspor Indonesia di 2016
Sepanjang 2016, ekspor nasional menurun 3,95 persen
BPS catat neraca perdagangan 2016 surplus USD 8,78 miliar
Ini perlu diperhatikan untuk menjaga inflasi 2017 rendah versi BPS