LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS imbau pemerintah perbaiki struktur pasar tingkatkan ekspor

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, pemerintah memang perlu membenahi struktur pasar tujuan ekspor untuk meningkatkan nilai ekspor. Sebab selama ini tujuan pasar ekspor Indonesia 35 persen dikirim ke Amerika, Tiongkok dan Jepang.

2018-02-01 15:12:52
BPS
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kekecewaannya mengenai ekspor Indonesia pada 2017 yang hanya USD 145 miliar. Nilai ini masih kalah dengan Thailand yang mencapai USD 231 miliar, Malaysia USD 184 miliar dan Vietnam yang mencapai USD 160 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, ekspor tahun 2017 sebenarnya mengalami peningkatan sebesar 16,8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun demikian, nilainya secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan negara lain.

"Sebetulnya kalau kita lihat ekspor kita tahun 2017 itu kan masih naik ya, 16,8 persen. Tetapi yang membikin Bapak Presiden tidak begitu happy bahwa ekspor kita itu kan ternyata lebih rendah dibanding negara tetangga. Jadi beliau meminta kepada seluruh menteri untuk meningkatkan performa dari ekspor kita," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (1/2).

Advertisement

Suhariyanto mengatakan, pemerintah memang perlu membenahi struktur pasar tujuan ekspor untuk meningkatkan nilai ekspor. Sebab selama ini tujuan pasar ekspor Indonesia 35 persen dikirim ke Amerika, Tiongkok dan Jepang.

"Kalau lihat dari strukturnya memang ada masalah yang perlu dibenahi. Misalnya saja kalau kita bicara ekspor, 35 persen ekspor kita itu ditujukan ke Amerika, ke Tiongkok ke Jepang. Artinya kalau ada sesuatu di negara-negara itu pengaruh nya besar," jelasnya.

Faktor kedua yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong nilai ekspor adalah meningkatkan nilai tambah barang atau produk yang dihasilkan. Dia menambahkan, pada sektor perkebunan pemerintah perlu melakukan hilirisasi untuk mendorong nilai tambah.

Advertisement

"Kedua dari sisi produk, kita punya kelemahan, ekspor kita masih berbasis pada komoditas mentah. Perkebunan itu yang perlu dilakukan proses hilirisasi yang lebih bagus supaya ada nilai tambah. Kalau nilai tambah itu bisa dilakukan. Akan mengcreate tenaga kerja," jelasnya.

"Jenis produk yang akan diekspor juga akan lebih bervariasi. Kemungkinan masuk ke negara lain akan besar. Tapi harus diiringi kemudahan perizinan dan peraturan supaya harga ekspor kita itu kompetitif dan punya daya saing," tambahnya.

Lebih lanjut, Suhariyanto menambahkan, pemerintah perlu melirik negara-negara Amerika Latin dan beberapa negara lainnya untuk meningkatkan nilai ekspor ke depan. Namun demikian, harus dipastikan barang yang dikirim pasti diterima di negara tersebut.

"Sebetulnya negara-negara Amerika Latin, saya pikir masih punya potensi besar. Juga negara-negara Afrika, tapi kemarin Pak Presiden juga mengingatkan negara tetangga seperti Bangladesh, Pakistan, masih punya chance. Kuncinya adalah kita mampu enggak, memenuhi kebutuhan konsumen dari negara-negara tersebut. Untuk produk apa yang kita harus kirim ke sana kan harus spesifik, produk apa yang kompetitif," tandasnya.

Baca juga:
Luhut soal ekspor RI masih kalah: Indonesia tidak mengemas potensi dengan baik
Mulai hari ini, pemerintah pangkas jumlah jenis barang yang diperiksa di pelabuhan
4 Fakta di balik kekesalan Jokowi soal ekspor RI kalah dari negara tetangga
Presiden Jokowi beri 2 minggu untuk menteri sederhanakan aturan investasi dan ekspor
Soal ekspor kalah dari tetangga, Menko Darmin sebut logistik Indonesia tak efisien

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.