LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS: Harga gas 12 kg naik, tekanan inflasi tidak terlalu besar

BPS sebut kenaikan harga gas 12 kg hanya menyumbang 0,1 persen terhadap inflasi.

2014-09-10 11:02:10
BPS
Advertisement

Mulai dini hari tadi, PT Pertamina secara resmi menaikkan harga gas elpiji 12 kg. Harga gas non-subsidi ini naik Rp 1.500 per Kg. Kebijakan itu diyakini diikuti naiknya inflasi. Namun demikian, pembengkakan inflasi karena kenaikan LPG 12 Kg tidak begitu besar.

"Kenaikan Rp 1.500 per Kg, penilaian kami dampaknya tidak besar, ke inflasi sumbangannya cuma sekitar 0,1 persen. Jadi tidak besar," ucap Deputi Kepala BPS bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9).

Menurut Sasmito, kecilnya sumbangan inflasi karena kenaikan harga gas elpiji 12 Kg dinilai masih terjangkau masyarakat. Terlebih, konsumen gas elpiji 12 Kg mayoritas masyarakat mampu.

Advertisement

"Ini kan yang naik elpiji 12 Kg, kebanyakan yang pakai rumah tangga. Jadi efek berantai yang dikhawatirkan kecil kemungkinannya terjadi. Kecuali yang naik tabung yang 3 kg, banyak yang pakai tukang gorengan terus harga pisang goreng jadi naik," tegasnya.

Pagi ini, Pertamina mengumumkan bahwa mulai 10 September 2014 pukul 00.00 WIB, mereka secara resmi menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp 1.500 per Kg. Kebijakan ini ditetapkan setelah mendengarkan masukan pemerintah dalam rapat koordinasi di kementerian perekonomian pada 8 September 2014.

"Meningkat di eceran Rp 21.000-Rp 22.000," ujar Direktur pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di kantornya, Jakarta.

Advertisement

Kepada pemerintah, Pertamina mengaku mengalami kerugian dalam bisnis elpiji 12 kilogram mencapai Rp 6 triliun per tahun. Harga keekonomian seharusnya Rp 12.000 per kilogram, tapi BUMN migas itu menjualnya di kisaran Rp 6.000 per kilogram.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.