LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS Beberkan Pemicu Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Capai Target

Kepala BPS Suhariyanto menyebut bahwa perlambatan ekonomi Indonesia dikarenakan ekonomi global yang juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Tak terkecuali beberapa negara asal tujuan ekspor Indonesia juga ikut mengalami perlambatan.

2019-02-06 14:01:02
BPS
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17 persen. Namun demikian, angka ini lebih rendah bila dibandingkan dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

Kepala BPS Suhariyantomengatakan, saat merancang RPJMN 2014 lalu kondisi perekonomian Indonesia dalam keadaan membaik. Namun di pertengahan jalan, terdapat perlambatan ekonomi akibat perang dagang dan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Tapi kan banyak sekali hal tak terduga, misalnya kita kan tidak terfikir kalah The Fed naikan suku bunga acuan dan ada perang dagang antara Amerika Serikat dan China," katanya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (6/2).

Advertisement

Selain itu, perlambatan ekonomi Indonesia dikarenakan ekonomi global yang juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Tak terkecuali beberapa negara asal tujuan ekspor Indonesia juga ikut mengalami perlambatan.

"Kondisi perekonomian global pada kurtal IV menunjukan perlambatan, nampaknya akan terbawa ke situtasi perekonomian di 2019. Kita lihat banyak prediksi dari lembaga internasional perekonomian di 2019 akan banyak tantangannya," imbuhnya.

Suhariyanto menjelaskan seperti yang terjadi pada perekonomian China. Pada kuartal IV-2018 hanya tumbuh 6,4 persen. Menurutnya, angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2017 yang tumbuh 6,7 persen dan kuartal III 2018 yang tumbuh 6,5 persen.

Advertisement

"Kenapa saya ambil China karena ekspor Indonesia cukup tinggi ke China," jelasnya.

Di sisi lain negara Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar ekspor Indonesia yang cukup tinggi juga mengalami stagnan. Pada kuartal IV 2018, ekonomi Amerika Serikat hanya mampu tumbuh 3 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jepang sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia juga mengalami perlambatan. Pada kuartal IV-2018 ekonomi Jepang tumbuh 0,6 persen lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2017 yang tumbuh 2,4 persen

Di samping itu, negara tetangga Singapura juga mengalami perlambatan ekonomi di kuartal IV-2018 yang hanya tumbuh 2,2 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan di kuartal III-2018 sebesar 2,3 persen dan lebih rendah dibandingkan Kuartal IV-2017 3,6 persen.

"Singapura juga melambat. Ini berpengaruh karena ekspor kita 5,74 persen," ucapnya.

Baca juga:
Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Sesuai Prediksi Saya
Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen di 2018 Tertinggi Sejak 2014
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 2018 Sebesar 5,17 Persen
Indef: Jelang Pilpres 2019 Investor Tahan Diri Masuk ke Indonesia
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Kisaran 5,2 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.