Bos PLN: Proyek 35.000 MW mangkrak tak ganggu pasokan listrik
Kalau kamu pelajari tahun-tahun kemarin, tambahan pasokan listrik itu cuma 2.000-3.000 MW.
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir membenarkan bahwa proyek pembangkit 35.000 MW tidak akan selesai seluruhnya di 2019 mendatang. Hasil kajian di lapangan, sekitar 10.000 MW masih akan dibangun saat itu.
Meski demikian, Sofyan menjamin keadaan ini tidak mengganggu pasokan listrik Tanah Air.
"Enggak (ganggu) dong. Kalau kamu pelajari tahun-tahun kemarin, tambahan pasokan listrik itu cuma 2.000-3.000 MW. Kalau sudah 5.000 MW, besar enggak? Kalau kurang dibandingkan apa?," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (26/8).
Sofyan membantah tidak selesainya proyek ini karena kelambanan PLN. Sebab, PLN saat ini mampu meningkatkan tanda tangan Power Purchasing Agreement (PPA) sebanyak 18.000 MW hanya dalam 1 tahun dari sebelumnya yang hanya mampu mencapai 2.000 MW-3.000 MW.
"Dulu PPA cuma 2.000-3.000 MW sekarang 18.000 MW setahun," ucapnya singkat.
Menurut Sofyan, PLN juga masih banyak pekerjaan selain membangun pembangkit listrik. Salah satunya menyelesaikan jaringan transmisi sepanjang 46.000 kilometer sirkuit (kms). Jika tidak, PLN harus membayar kompensasi kepada Independen Power Producer (IPP)
"Transmisi 46.000 kms harus selesai lebih awal, harus 2019 tidak boleh ditawar. Karena pembangkit kalau enggak ada transmisi, saya harus bayar."
Baca juga:
Proyek 35.000 MW ada yang mangkrak, ini kata Menko Luhut
Ada aturan khusus untuk kontraktor kecil di proyek 35.000 MW
Bos PLN ngotot tetap minta dana jaminan pemenang tender 35.000 MW
Presiden Jokowi: Proyek SUTT Nias upaya untuk atasi masalah listrik
Menko Luhut semringah proyek pembangkit 35.000 MW berjalan lancar
Ketimbang Malaysia, jumlah pembangkit listrik RI dinilai sedikit
Akuisisi PGE oleh PLN dinilai mengancam proyek pembangkit 35.000 MW