Presiden Jokowi: Proyek SUTT Nias upaya untuk atasi masalah listrik
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama pembangunan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kV Nias di Teluk Dalam Idanoi Nias Sumut, Jumat. Presiden menegaskan proyek ini sebagai solusi permasalahan listrik di Nias.
"Seperti kita tahu listrik di Nias bermasalah awal Juni 2016 lalu, ini merupakan upaya untuk mengatasinya," kata Presiden Jokowi di Idanoi Nias, Sumut, seperti dilansir Antara, Jumat (19/8).
Pembangunan SUTT itu dalam rangka peningkatan infrastruktur kelistrikan di Pulau Nias. Pembangunan SUTT 70 kV sepanjang 110 kilometer (Km) itu penting bagi sistem kelistrikan di Nias guna meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi warga Nias.
Dalam kegiatan itu Jokowi didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, dan Dirut PLN Sofyan Basir.
Pembangunan SUTT itu rencananya akan selesai pada April 2017. Nantinya saluran itu akan terdiri dari 393 tower di mana tanah yang telah dibebaskan saat ini sudah tersedia untuk 172 tower.
Selain meletakkan batu pertama pembangunan SUTT, Presiden Jokowi juga mengunjungi mobile power Plan (MPP) Nias 1x25 MW yang telah diresmikan pembangunannya oleh dirinya pada 1 Juni 2016.
Saat ini proses pengerjaan telah mencapai 59 persen dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir Oktober 2016. Selain menambah pasokan listrik, MPP itu akan mengurangi pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel sehingga mengefisienkan biaya produksi listrik.
Dirut PLN Sofyan Basir menjelaskan saat ini sistem kelistrikan di Pulau Nias ditopang dari pembangkit diesel di Gunung Sitoli dan Teluk Dalam dengan total daya sebesar 33,15 MW, sementara untuk beban puncak di sistem Nias saat ini mencapai 24,02 MW.
Dia menyebutkan seluruh pengembangan infrastruktur kelistrikan itu masuk dalam program 35.000 MW demi mewujudkan peningkatan rasio elektrifikasi seperti yang tertuang dalam Program Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK.
"Saat ini PLN sedang konsentrasi untuk melakukan percepatan pencapaian target 35.000 MW, tentunya hal ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan," kata Sofyan Basir.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya