Bos Pertamina tak masalah PGE diakuisisi PLN
"Kalau memang itu untuk kebaikan bangsa dan negara ya kita lihat."
Rencana akuisisi Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih terus berjalan. Kedua perusahaan tengah melakukan uji tuntas.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengakui tidak mempermasalahkan rencana pengambilalihan tersebut.
"Kalau memang itu untuk kebaikan bangsa dan negara ya kita lihat. Sekarang sedang dipelajari due dilligencenya," kata Dwi saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (10/8).
Pertamina tidak akan mempermasalahkan akuisisi jika hal ini bisa mengembangkan potensi yang dimiliki PGE.
"Kalau Pertamina itu tujuannya adalah bagaimana PGE bisa berkembang. Dan kita bisa menangkap potensi nasional 28.000 MW. Sekarang PGE sendiri masih 450 MW. Kita targetkan di 3 tahun-4 tahun ke depan bisa menjadi di atas 1.000 MW. Jadi potensinya masih sangat besar. Tadi juga disampaikan secara nasional 2.000 MW dari 28.000 MW. Nah potensi besar ini bagaimana secepatnya diutilisasi. Tujuannya gitu," jelasnya.
Meski demikian, Dwi masih belum mengetahui nantinya PGE akan seperti apa setelah diakuisisi.
"Belum tau, nanti setelah kita mempelajari bersama. Oleh siapa dengan siapa, swasta, Pertamina itu saya pikir kita perlu kerja sama saja dan kerja keras," pungkasnya.
Baca juga:
Pertamina kirim 105 pegawai ke AS dan Eropa serap ilmu kilang
Sajian BBM kualitas global Pertamina untuk Indonesia
Produksi gas PHE diprediksi lampaui target tahun ini
Pertamina beri diskon penukaran elpiji 3 kg dengan Bright Gas
Pertamina imbau masyarakat mampu pakai gas elpiji non subsidi
Perluas pasar, Pertamina luncurkan Bright Gas 5,5 kg di Makassar
Pertamina EP jajaki dua pembeli baru gas karbondioksida