Pertamina EP jajaki dua pembeli baru gas karbondioksida
Merdeka.com - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP tengah menjajaki dua pembeli baru dari gas karbondioksida (CO2). Saat ini, pembeli gas karbondioksida tersebut baru PT Samator dan PT Aneka Gas Industri (AGI).
"Sekarang kan Samator dan AGI. Saat ini, kami lagi negosiasi dua pembeli lagi. Mudahan-mudahan bisa segera terlaksana," ujar Field Manager Pertamina EP Subang, Armand Mel Hukom di Subang, Jawa Barat, Kamis (4/8).
Armand menyebut, produksi gas karbondioksida perusahaan saat ini mencapai 25 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Dari produksi itu, hanya 10 juta kaki kubik yang sudah terjual. Sisanya, Pertamina tengah mencari pembeli-pembeli baru.
"Memang banyak pembeli yang belum mengetahui secara lengkap soal gas CO2. Padahal, manfaatnya sangat banyak," katanya.
Saat ini, Pertamina masih belum menemukan kata sepakat dengan dua pembeli baru ini terutama soal harga.
Sebelumnya, Field Manager Subang Pertamina EP, Armand Hukom menyebut pihaknya menjadi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas pertama di Indonesia yang menjual karbondioksida (CO2). Pertamina EP setidaknya mendapat hasil penjualan USD 5.042 per hari dari dua plant pemurnian CO2 di Subang dan Cilamaya.
Dia menjelaskan CO2 yang diproduksi plant Cilamaya dijual ke PT Samantor sebanyak 1.172 mmcfd dan menghasilkan pendapatan USD 2.842 per hari. "Sementara, CO2 plant Subang dijual ke PT Aneka Gas Industri sebanyak 1.820 mmcfd dan menghasilkan USD 2.200 per hari," ujarnya di plant pemurnian CO2 Subang, Jawa Barat, Senin (18/7).
Dia melanjutkan, CO2 nyatanya tak selalu buruk untuk manusia. Dia mencontohkan minuman bersoda juga salah satu bahan bakunya karbondioksida.
"Minuman ringan seperti Coca Cola itu menggunakan CO2 hasil produksi kita. Selain itu, CO2 juga digunakan untuk keperluan industri otomotif, pengawet makanan di pesawat, juga digunakan di rumah sakit," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya