Bos OJK soal Peringkat Utang RI Naik: Saatnya Kita Semakin Mengundang Investor
Wimboh mengatakan, dengan posisi peringkat utang tersebut, secara otomatis dapat dipergunakan untuk membangun ekonomi dalam negeri. Apalagi, dengan tingkat kepercayaan investor yang makin tinggi, akan memberikan multiplier effect terhadap pembangunan infrastruktur.
Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyambut positif hasil asesmen Lembaga pemeringkat Standard and Poors (S&P) terkait peringkat utang Indonesia. Menurutnya dengan rating) Indonesia berada disatu tingkat menjadi BBB, dengan outlook stable, menjadikan Indonesia lebih dipercaya dimata para investor.
"Rating kita oleh S&P menjadi lebih tinggi dengan outlook yang positif dan ini adalah momentum yang bagus kita bisa manfaatkan ke depan sehingga kita bisa lebih tentunya mendapatkan kepercayaan kepada investor untuk masuk Indonesia kita semakin mengundang investor," katanya saat ditemui di kediamannya, Jalan Adityawarman Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).
Wimboh mengatakan, dengan posisi peringkat utang tersebut, secara otomatis dapat dipergunakan untuk membangun ekonomi dalam negeri. Apalagi, dengan tingkat kepercayaan investor yang makin tinggi, akan memberikan multiplier effect terhadap pembangunan infrastruktur.
"Pembangunan infrastruktur yang kita sudah bagun ini bisa lebih cepat lagi, bisa kita nikmatin pada masyarakat terutama industri UMKM di daerah-daerah. Ini momentum bagi kita jalan tol yang sudah kita bangun marilah kita prioritaskan dampak dari pembangunan infrastruktur ini supaya bisa menetas ke bawah yang dinikmati oleh para UMKM di daerah," jelasnya.
Seperti diketahui, Lembaga pemeringkat utang S&P kembali menaikkan peringkat utang (rating) Indonesia satu tingkat menjadi BBB, dengan outlook stable. Sebelumnya pada bulan Mei 2017, S&P telah menaikkan peringkat utang Indonesia ke dalam kategori investment grade di level BBB- /stable yang kemudian di afirmasi kembali pada bulan Mei 2018 pada level yang sama.
Dengan demikian, kenaikan peringkat kredit Indonesia saat ini merupakan suatu capaian yang sangat membanggakan, karena langsung naik dari BBB-/stable menjadi BBB/stable, tanpa melalui BBB-/positive.