Bos OJK minta industri Keuangan syariah RI bersinergi
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mendorong agar industri keuangan syariah dalam negeri bersinergi dan memikirkan kerja sama. Ini perlu dilakukan agar industri syariah semakin besar. Muliaman menegaskan pentingnya kerja sama untuk membangun kapasitas dan meningkatkan teknologi.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mendorong agar industri keuangan syariah dalam negeri bersinergi dan memikirkan kerja sama. Ini perlu dilakukan agar industri syariah semakin besar.
"Sinergi kerja sama harus mulai dipikirkan, tidak mungkin semua dikerjakan sendiri-sendiri. Kita bersama sama membangun," kata Muliaman saat membuka acara Keuangan Syariah Fair di Mal Paragon, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/5).
Di depan direksi keuangan syariah yang hadir, Muliaman menegaskan pentingnya kerja sama untuk membangun kapasitas dan meningkatkan teknologi. Investasi teknologi keuangan sangat mahal dan lebih baik dilakukan bersama.
"Kita harus bersama sama membangun kapasitaa keuangan syariah. Tidak hanya makin besar, tapi menawarkan teknologi tidak kalah dibandingkan konvensional. Teknologi itu tidak murah," kata Muliaman.
Selain itu, dengan bersinergi, keuangan syariah juga memerlukan SDM memadai yang harus disiapkan secara bersama. "Keuangan syariah harus mempersiapkan diri memenuhi kebutuhan masyarakat."
Baca juga:
Ini tantangan kembangkan keuangan syariah di Indonesia
Gelar pameran di Semarang, OJK eratkan keuangan syariah pada publik
OJK minta industri keuangan syariah genjot pembiayaan infrastruktur
Sandiaga Uno tertarik adopsi sistem ekonomi syariah untuk Jakarta
OJK: Dari 100 penduduk, baru 8 orang yang paham keuangan syariah
Industri halal andalkan generasi milenial
Ekonomi syariah Indonesia mengejar ketertinggalan