OJK minta industri keuangan syariah genjot pembiayaan infrastruktur
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri keuangan syariah berperan dalam pembiayaan infrastruktur. Mengingat, industri tersebut dinilai bakal mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Keuangan syariah mestinya berperan dalam pembangunan infrastruktur yang jadi fokus pemerintah," ucap Ketua OJK Muliaman D. Hadad saat membuka Keuangan Syariah Fair di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/5).
Dengan kata lain, menurutnya, industri keuangan syariah tidak hanya sekedar menyalurkan pembiayaan kepada usaha kecil.
"Tapi ikut membiayai yang besar," katanya. "Industri ini harus kreatif dan aktif mengikuti perkembangan teknologi demi terwujudnya ekonomi digital."
Berdasarkan data OJK, per 28 Februari 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham Syariah) mencapai Rp 897,1 triliun. Proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp 355,9 triliun, Industri Keuangan Non-Bank syariah sebesar Rp 90,08 triliun, dan pasar modal syariah sebesar Rp451,2 triliun.
Adapun pangsa pasarnya mencapai 5,18 persen dari total industri keuangan. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya