Bos Malaysia Airlines mundur saat perusahaan nyaris bangkrut
Christoph Mueller mulai jadi bos Malaysia Airlines sejak Mei 2015 dan telah dikontrak untuk 3 tahun.
CEO Malaysia Airlines tiba-tiba mengundurkan diri di saat perusahaan masih berupaya memperbaiki kinerja setelah dilanda kerugian mendalam dan nyaris bangkrut. Malaysia Airlines rugi besar yang diikuti serangkaian musibah, mulai dari MH370 yang hilang dan hingga saat ini belum ditemukan dan MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina.
Pemilik maskapai mengatakan, Christoph Mueller mengundurkan diri karena adanya perubahan kondisi pribadi dan belum ada info lebih rinci mengenai hal ini.
Christoph Mueller mulai jadi bos Malaysia Airlines sejak Mei 2015 dan telah dikontrak untuk 3 tahun ke depannya. Dia meninggalkan posisi ini dan menyisakan waktu satu setengah tahun lagi.
Malaysia Airlines selama ini bekerja keras untuk bersaing dengan maskapai murah seperti AirAsia. Dalam upaya ini, Malaysia Airlines malah dilanda bencana yang memakan banyak korban jiwa.
Mueller sebelumnya dipercaya menjadi ujung tombak perusahaan untuk memulihkan keuangan. Dia pernah menargetkan maskapai akan kembali untung pada 2018 mendatang dengan melakukan banyak reformasi di tubuh perusahaan.
"Kami akan mengubah beberapa kasus secara radikal dalam melakukan bisnis, dalam bekerja satu sama lain," ucap Mueller wakt dalam sebuah sesi wawancara.
Pertengahan tahun lalu, maskapai penerbangan nasional Malaysia Airlines mengirimkan surat pemecatan kepada 20.000 karyawannya. Pemecatan kepada ribuan stafnya tersebut akibat dari kebangkrutan yang terjadi. Selama setahun terakhir maskapai asal Malaysia itu mengalami serangkaian musibah dari mulai MH370 yang hilang hingga MH17 yang ditembak jatuh.
Namun, pemecatan ini tak seburuk yang dibayangkan. Sekitar dua per tiga dari 20 ribu karyawan tersebut akan menerima surat untuk bekerja di maskapai mereka yang baru. Maskapai belum bernama ini akan mulai beroperasi September mendatang.
"Beberapa staf sudah menerima surat penghentian dan penawaran kerja, namun tidak semua ditawarkan kerja di posisi yang sama saat di Malaysia Airlines," ujar salah satu sumber seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (1/6).
Kondisi maskapai Malaysia Airlines memang sudah terpuruk dalam hal keuangan. Perusahaan belum pernah mencatatkan keuntungan sejak 2008 silam. Dalam tiga tahun terakhir hingga 2013, kerugian kumulatif perusahaan mencapai USD 1,3 miliar. Kemudian hilangnya pesawat MH370 dan jatuhnya pesawat MH17 memperparah kondisi keuangan perusahaan.
Kondisi keuangan yang buruk membuat Malaysia Airlines harus ditarik dari pasar saham. Perusahaan saat ini diambil alih oleh lembaga keuangan Khazanah Nasional Berhad yang langsung menganggarkan USD 1,8 miliar untuk perombakan atau restrukturisasi maskapai itu.
Dalam restrukturisasi, maskapai ini juga akan memotong rute yang tidak menguntungkan. Selain itu, perusahaan juga merekrut pejabat profesional seperti Christop Mueller. Dia adalah mantan CEO maskapai Aer Lingus yang dianggap sukses membawa maskapai asal Irlandia itu melalui masa-masa krisis.
Dalam beberapa bulan terakhir, Malaysia Airlines menjual aset-asetnya, salah satunya adalah saham di perusahaan pariwisata Malaysia, Abacus.
Baca juga:
Dua tahun pesawat MH370 hilang, pria ini tetap gigih mencari
Mesin bermasalah, pesawat Malaysia Airlines tujuan London balik arah
Pilot Malaysia Airlines sempat nyasar salah arah tujuan
Empat pilot nakal ini ajak penumpang cantik masuk kokpit
Tim pencari: Pesawat MH370 akan ditemukan 1-2 bulan lagi
Pramugari cantik Malaysia Airlines tewas bunuh diri
Serpihan di Maladewa bukan berasal dari pesawat MH370