Bos KPPU ingat pesan Jokowi tak boleh kalah dari pelaku kartel
Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf mengingat kembali pesan Presiden Joko Widodo bahwa negara ini tidak boleh kalah terhadap pelaku kartel. Pesan tersebut diingat saat tengah berhadapan dengan dua perusahaan besar yang diduga melakukan kartel motor matik.
Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf mengingat kembali pesan Presiden Joko Widodo bahwa negara ini tidak boleh kalah terhadap pelaku kartel. Pesan tersebut diingat saat tengah berhadapan dengan dua perusahaan besar yang diduga melakukan kartel motor matik.
Hal ini disampaikan di tengah kegiatan diskusi ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (3/3).
Presiden Joko Widodo meminta agar semua lembaga negara untuk ikut mengatasi persoalan kartel. Misalnya, KPPU dari sisi pemberantasan kartelnya, kemudian Kementerian Keuangan akan melihat dari sisi bea cukai dan dari sisi perpajakannya.
"Nah dua lembaga ini, KPPU dan Kemenkeu akan bahu membahu mengatasi persoalan cabai. Karena saran Pak Jokowi negara, ini tidak boleh kalah terhadap pelaku kartel itu, " tandasnya.
Ini diperkuat dengan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Keuangan dalam bentuk MoU. Kerja sama ini didasarkan pada keprihatinan Presiden Joko Widodo terhadap perkembangan harga komoditas pangan di Indonesia khusus komoditas daging ayam, daging sapi, gula juga cabai yang saat ini masih terus berfluktuasi atau cenderung tinggi.
Baca juga:
KPPU beberkan 3 bukti persekongkolan kartel motor matik
KPPU siap hadapi gugatan dua pabrikan besar motor matik
Kartel motor matik jadi keputusan terburuk sejak berdirinya KPPU
Praktik kartel Yamaha-Honda ganggu iklim investasi Indonesia
Kasus Yamaha Honda, diputuskan bersalah hingga perlawanan hukum
Honda bakal tempuh jalur hukum lawan keputusan KPPU
Diputuskan bersalah oleh KPPU, Yamaha ajukan nota keberatan