Bos Kadin sebut maraknya kecelakaan kerja akibat BUMN kebanyakan proyek
"Ada yang mengatakan, mungkin karena proyeknya kebanyakan jadi keselamatan pekerjanya jadi berkurang. Nah itu mestinya tidak boleh sama sekali."
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia angkat suara terkait maraknya kecelakaan proyek konstruksi elevated atau melayang yang terjadi belakangan ini. Kebanyakan, proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh pihak BUMN. Terakhir adalah insiden ambruknya bekisting pear head girder tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan banyaknya proyek infrastruktur yang digarap BUMN dapat menjadi alasan terjadinya kecelakaan konstruksi.
"Ada yang mengatakan, mungkin karena proyeknya kebanyakan jadi keselamatan pekerjanya jadi berkurang. Nah itu mestinya tidak boleh sama sekali," ungkapnya di JCC, Jakarta, Jumat (9/3).
"Kalau ada kecelakaan berarti ya safety-nya kurang, itu kenyataan. Bayangin kalau sudah jadi ada korban yang berjatuhan itu hal yang tidak ditoleransi, itu mutlak ya," lanjut dia.
Kata dia, aspek safety (keselamatan) harus diutamakan dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Target penyelesaian proyek seharusnya diimbangi dengan terpenuhinya aspek safety.
"Memang konsentrasi pekerjaan yang terlalu banyak mungkin kepada 1-2 BUMN. Kita harapkan tidak hanya dari segi target pencapaian proyek, tapi kan keselamatannya menurut saya itu bukan hal yang bisa ditawar-menawar," katanya.
Atas dasar itulah, pemerintah seharusnya bisa melibatkan swasta dalam pengerjaan proyek-proyek infrastruktur. Dengan begitu, pengerjaan proyek bisa menjadi lebih baik, fokus, dan lebih menjamin terjaganya unsur keamanan.
"Mungkin dalam hal ini kan kita bisa melihat BUMN mana yang alami kecelakaan ini, kan bisa dilihat. Mungkin itu agak direm dulu, ditelaah lagi, lalu bisa diberikan ke BUMN lain atau ke pihak swasta. Jadi harus ada tindakan yang menurut saya harus berani, jangan hanya kejar target proyek, tapi keselamatannya juga harus full," tandasnya.
Baca juga:
Polisi & KemenPUPR bentuk Satgasus untuk ungkap kecelakaan proyek Tol Becakayu
Februari 2018, PT PP raih kontrak baru senilai Rp 2,86 triliun
Menko Darmin: Utang kita naik lebih cepat karena banyak bangun infrastruktur
Merasa tak dilibatkan dalam pembangunan, pengusaha Sumut & Papua diundang Jokowi
Pemerintah kaji turunkan tarif tol Becakayu