Bos IMF: Segera hentikan perang dagang
"Kita perlu bekerja sama untuk segera mengakhiri atau mengurangi perang perdagangan saat ini dan masuk ke dalam diskusi yang konstruktif. Harapan saya kita mulai tingkatkan dan perluas perdagangan,"
Perang dagang yang terus mencuat di beberapa negara nampaknya menjadi perhatian khusus bagi IMF. Dikhawatirkan, perang dagang ini justru semakin memperburuk pertumbuhan ekonomi di dunia.
Managing Director IMF, Christine Lagarde dalam forum diskusi di pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia meminta kepada semua pihak untuk segera mengakhiri perang dagang ini.
"Kita perlu bekerja sama untuk segera mengakhiri atau mengurangi perang perdagangan saat ini dan masuk ke dalam diskusi yang konstruktif. Harapan saya kita mulai tingkatkan dan perluas perdagangan," kata Lagarde di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).
Lagarde mengusulkan, dari pada sibuk memikirkan strategi perang dagang, lebih baik memanfaatkan kerja sama perdagangan luar negeri seperti TPP, memaksimalkan kerja sama AS-Meksiko-Kanada, dan lain sebagainya.
Tak hanya negara-negara kawasan, Lagarde juga menginginkan semua negara di dunia untuk saling bergandengan untuk memodernisasi dan memperbaiki perdagangan global. "Bukan malah merusaknya," tegas dia.
Selanjutnya, untuk memperkuat perdagangan global itu sendiri, pemerintah masing-masing negara juga harus memiliki komitmen dan orientasi global dalam menentukan kebijakan perdagangan.
"Perdagangan telah membantu mengubah dunia kita hingga saat ini, seperti dengan meningkatkan produktivitas, menyebarkan teknologi baru, dan membuat produk lebih terjangkau," Lagarde mengakhiri.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Depan bank sentral New York, bos BI paparkan strategi RI kembangkan ekonomi digital
IMF: Simpan kelas menengah terbesar, Asia penting untuk stabilisasi ekonomi dunia
Pesawat buatan anak bangsa CN-235 dan Nurtanio dipamerkan di pertemuan IMF-World Bank
Di IMF-World Bank, Gubernur BI pamer kekuatan ekonomi RI ke bos bank sentral New York
Perdagangan elektronik dunia USD 3 T, LPEI dorong daya saing UKM berorientasi ekspor
BUMN raup investasi Rp 200 T di pertemuan IMF-World Bank, ini daftar proyeknya