Bos Garuda Indonesia: Pendapatan penerbangan umrah tahun lalu capai USD 200 juta
Bos Garuda Indonesia optimis pada tahun ini rute penerbangan umrah ke dua kota tersebut akan tumbuh lebih besar lagi.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Pahala N Mansury menyebut bahwa rute penerbangan umrah ke Jeddah dan Madinah menjadi salah rute yang cukup potensial. Selain animo masyarakat yang tinggi, hal ini juga dibuktikan dari pendapatan perseroan tahun lalu pada penerbangan tersebut mencapai USD 200 juta.
"Setiap tahun jumlah revenue yang kami peroleh untuk umrah, tidak termasuk haji itu kurang lebih sekitar USD 200 juta per tahun," kata Pahala saat ditemui di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/8).
Dia optimis pada tahun ini rute penerbangan umrah ke dua kota tersebut akan tumbuh lebih besar lagi. "Pasti double digit lah, kami tidak bisa sampaikan (angka pasti pendapatan)," imbuh Pahala.
Diketahui, sebelumnya PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) dan PT Garuda indonesia (Persero) melakukan penandatanganan kerja sama Asuransi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) milik Garuda Indonesia.
Dalam kerja sama ini, Askrindo menjamin instrumen sekuritisasi aset keuangan yang diterbitkan PT Garuda Indonesia dengan aset dasar yang dijadikan jaminan berupa hak atas pendapatan penjualan tiket rute penerbangan Jeddah dan Madinah milik Garuda Indonesi.
"Tentunya itu adalah rute yang selama ini potensinya terus berkembang ya. Namanya orang mau mau umrah. Dan jumlahnya juga cukup besar," tutup Pahala.
Baca juga:
Bos Garuda Indonesia: Kita setiap tahun buka rekrutmen pekerja baru, termasuk pilot
Resmi kerja sama, Askrindo beri jaminan sekuritisasi aset keuangan Garuda Indonesia
Garuda Indonesia tunda rencana penerbitan surat utang Rp 10,8 triliun
Tekan biaya operasional, Garuda Indonesia tunda pemesanan pesawat baru
Semester I-2018, kerugian Garuda Indonesia turun jadi Rp 1,6 triliun