Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Garuda Indonesia tunda rencana penerbitan surat utang Rp 10,8 triliun

Garuda Indonesia tunda rencana penerbitan surat utang Rp 10,8 triliun Garuda Indonesia. merdeka.com/faisalassegaf

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menunda rencana penerbitan surat utang atau obligasi (global bond) senilai USD 750 juta atau Rp 10,8 triliun (1 USD = Rp 14.400). Sebelumnya, perusahaan pelat merah ini menargetkan global bond tersebut dapat diterbitkan pada awal kuartal II-2018.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk keperluan pembiayaan kembali utang (refinancing). Tak hanya itu, perseroan juga akan menggunakan dana hasil obligasi tersebut untuk kegiatan usaha.

"Kami masih wait and see, lihat kondisi, diundur. Kemarin kita ada utang jatuh tempo sudah dilunasi dengan kas kami," tutur Direktur Keuangan Garuda Indonesia Helmi Imam Satriyon di Jakarta, Senin (30/7).

Oleh karena itu, Helmi mengatakan akan mencari sumber pendanaan baru untuk memenuhi total kebutuhan dana sebesar USD 500 juta. "Untuk sumber revenue selain global bond itu ya ada sekuritisasi, sindikasi pinjaman dan pinjaman bank bilateral. Kalau yang sekuritisasi kan sudah kemarin," kata dia.

Untuk total kebutuhan dana sekitar USD 500 juta itu, Helmi menjelaskan, porsinya antara lain terdiri dari sindikasi pinjaman USD 300 juta dan pinjaman bank bilateral di kisaran USD 100 - 200 juta.

"Target sindikasi pinjaman mencapai USD 300 juta, sedangkan pendanaan dari pinjaman bank bilateral ini kira-kira mencapai USD 100 - USD 200 juta," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP