Bos Garuda Indonesia: Kita setiap tahun buka rekrutmen pekerja baru, termasuk pilot
Pahala mengatakan, dalam rekrutmen tersebut pihaknya juga mempertimbangkan dari sisi pengalaman maupun tidak,
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Pahala N Mansyuri kembali angkat suara terkait rencana untuk menggandeng personil TNI Angkatan Udara (AU) untuk turut menerbangkan pesawat komersil miliknya. Dia menegaskan, pihaknya tidak hanya merangkul TNI AU saja, namun juga membuka lebar kesempatan bagi masyarakat umum.
"Kita setiap tahun pasti melakukan rekrutmen, dan kita juga secara rutin juga melakukan rekrutmen, kita punya website maupun situs rekrutmen garuda.co.id itu juga buka setiap saat untuk menerima para pencari kerja, termasuk juga para pilot untuk bisa apply kesana," kata Pahala saat ditemui di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Kamis (2/7).
Pahala mengatakan, dalam rekrutmen tersebut pihaknya juga mempertimbangkan dari sisi pengalaman maupun tidak. "Jelas berbeda. kalau berpengalaman ada juga persyaratan jam terbang, disesuaikan," kata Pahala.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansyuri berencana menggandeng personil TNI Angkatan Udara (AU) untuk turut menerbangkan pesawat komersil miliknya. Kerja sama ini ditegaskan Pahala bukan karena adanya ancaman mogok kerja yang dilancarkan serikat pekerja termasuk pilot beberapa waktu lalu.
"Tidak. Memang kan kita setiap tahun berusaha untuk meningkatkan tingkat produksi di Garuda Indonesia," ungkapnya ketika ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Banten beberapa waktu lalu.
Pahala menegaskan, kerja sama tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan jumlah ketersediaan penerbang Garuda Indonesia. Ini juga sejalan dengan terus naiknya pertumbuhan penerbangan Garuda Indonesia yang berada di kisaran 11-12 persen setiap tahun.
"Ini yang tentunya upaya kita sebetulnya lebih diarahkan bahwa bagaimana kita meningkatkan produksi tersebut, khususnya pada periode-periode peak season, lebih khusus lagi tentunya bersamaan dengan adanya kebutuhan penerbangan haji," kata dia.
Baca juga:
Resmi kerja sama, Askrindo beri jaminan sekuritisasi aset keuangan Garuda Indonesia
Garuda Indonesia tunda rencana penerbitan surat utang Rp 10,8 triliun
Tekan biaya operasional, Garuda Indonesia tunda pemesanan pesawat baru
Bos Garuda Indonesia: Pendapatan penerbangan umrah tahun lalu capai USD 200 juta
Semester I-2018, kerugian Garuda Indonesia turun jadi Rp 1,6 triliun