Bos BTN setuju Indonesia-Israel buka hubungan diplomatik
"Bisa kami jadikan untuk membuka market-market potensial yang baru."
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengaku setuju jika Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Sebab, upaya itu akan mendorong kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, antarkedua negara.
"Saya sangat setuju," kata Maryono, Jakarta, Rabu (30/3).
Lanjut Maryono, pembukaan hubungan diplomatik tersebut bisa menjadi batu loncatan bagi perbankan nasional melakukan eskspansi usaha.
"Saya kira peluang untuk pembukaan kantor-kantor di luar negeri itu sangat positif, artinya bisa kami jadikan untuk membuka market-market potensial yang baru," katanya.
"Karena produk-produk Indonesia itu sangat bervariasi, sehingga diperlukan adanya suatu market baru, sehingga kita bisa meningkatkan ekspor Indonesia."
Seperti diberitakan Times of Israel, kemarin, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan keinginannya untuk membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia. Itu diungkapkan kepala pemerintahan Negeri Zionis tersebut saat menerima delegasi wartawan Indonesia.
"Sudah waktunya bagi Indonesia dan Israel membangun hubungan resmi. Kami punya banyak peluang untuk kerja sama bilateral, terutama di bidang teknologi."
Baca juga:
Emirsyah Satar: Sudah ada perusahaan Israel jalin hubungan dengan RI
DPR sebut Israel incar pasar ekspor di Asia termasuk Indonesia
Mau berbisnis, DPR tegaskan Israel harus turuti kemauan politik RI
INDEF soal tawaran Israel: Kita tidak bisa berbisnis dengan penjajah
Untung rugi Indonesia punya hubungan diplomatik dengan Israel