LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BKPM: Indonesia hanya perlu mencontek untuk mengejar ketinggalan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengungkapkan investasi langsung Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara Asia. Namun, ketertinggalan ini akan menjadi satu tantangan pemerintah untuk melangkah lebih maju ke depan.

2018-04-30 17:20:07
BKPM
Advertisement

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengungkapkan investasi langsung Indonesia atau Foreign Direct Investment (FDI) masih jauh tertinggal dari negara-negara Asia, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, ketertinggalan ini akan menjadi satu tantangan pemerintah untuk melangkah lebih maju ke depan.

"Tapi buat saya malah menjadi seru, tantangan, dan justru menurut saya jelas menggambarkan potensi ya. Kalau Malaysia saja bisa saya yakin kita bisa, kalau Vietnam saja bisa saya yakin kita bisa. Jadi tidak ada alasan kalau kita tidak bisa," kata Lembong di Kantornya, Jakarta, Senin (30/4).

Advertisement

Dia menambahkan, untuk mengejar ketertinggalan pemerintah hanya perlu meniru negara tetangga yang lebih dulu maju. Dibandingkan harus berada di depan negara-negara Asia.

"Jadi sebetulnya kalau mengejar ketertinggalan itu sesuatu yang paling gampang cuma tinggal nyontek. Tinggal meniru. Kalau Vietnam lebih sukses ya sudah contek saja tiru saja apa yang mereka lakukan. Justru lebih sulit umpamanya kita sudah di depan. Jadi satu satunya cara untuk menggenjot lagi harus punya ide-ide baru itu jauh lebih sulit, tapi kalau kita yang di belakang di depan kita sudah ada contoh contoh cuma tinggal tiru apa yang dilakukan Vietnam tinggal dilakukan saja," jelasnya.

Sejauh ini, Vietnam memang telah lebih dahulu membuka perjanjian kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa. Bahkan sejak 15 tahun lalu Vietnam juga telah membuka sektor Universitas Internasional di negaranya.

Advertisement

"Jadi menurut riset kami di Vietnam sudah ada Universitas Internasional yang mencetak sarjana-sarjana yang kemudian bisa membangun industri dan sektor jasa. Dan ini yang lagi kita tiru. Kita juga nanti membuka sektor universitas untuk investasi supaya kita bisa menciptakan lebih banyak sarjana yang sangat sangat dibutuhkan oleh industri, oleh ekonomi digital, di sektor jasa," ungkapnya.

Sebelumnya, investasi langsung beberapa negara tetangga pada 2016, di mana India mencatat pertumbuhan foreign direct investment (FDI) sebesar 30 persen dan Filipina 38 persen dalam setahun. "Memang (Indonesia) masih kecil, Malaysia kenaikannya 50 persen tahun ke tahun." imbuhnya.

Thomas mengungkapkan kondisi investasi di Indonesia pada 2016 mengalami penurunan. Namun, mampu bertumbuh pada 2017 meski tidak sebesar negara tetangga. "Berkat kerja keras Presiden dan Wakil Presiden, 2017 kita mengalami recovery. FDI kita naik 11 persen dalam USD," jelasnya.

Baca juga:
Tiga bulan pertama 2018, realisasi investasi RI tembus Rp 185,3 triliun
Hong Kong-RI kerja sama kembangkan perdagangan dan wisata di 4 provinsi
BKPM prediksi kemudahan izin pekerja asing masuk RI lejitkan investasi 20 persen
Pemerintah sebut semakin maju negara penggunaan tenaga kerja asing makin besar
Bos BKPM sebut perizinan tenaga kerja asing paling rawan pungli

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.