Tiga bulan pertama 2018, realisasi investasi RI tembus Rp 185,3 triliun
Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan pertama (periode Januari-Maret) tahun 2018 mencapai Rp 185,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat 11,8 persen dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 165,8 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 201.239 tenaga kerja.
Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan bahwa capaian realisasi investasi triwulan pertama tersebut memberikan harapan untuk dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2018 yang ditetapkan sebesar Rp 765. Investasi tersebut untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada level kisaran 5,4 persen.
"Dalam rangka mempercepat realisasi investasi proyek-proyek PMA/PMDN, Pemerintah telah menertibkan Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang bertujuan untuk mendukung kemudahan berusaha melalui penyederhanaan prosedur perizinan TKA yang diperbolehkan bekerja di Indonesia, sehingga penyelesaian konstruksi dan operasi produksi proyek investasi dapat segera terwujud," kata Lembong dalam Konferensi Pers di Kantornya, Jakarta, Senin (30/4).
Di samping itu, penyederhanaan perizinan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 diyakini akan dapat mengakselerasi peningkatan realisasi investasi di Indonesia. Untuk itu, dia berharap kesamaan persepsi dan kesamaan langkah semua instansi terkait di pusat dan daerah sangat diperlukan dalam mengimplementasikan kemudahan perizinan.
Bambang mengatakan, selama triwulan pertama tahun 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 76,4 triliun, naik 11,0 persen dari Rp 68,8 triliun pada periode yang sama tahun 2017. Sedangkan PMA sebesar Rp 108,9 triliun, atau naik 12,4 persen dari Rp 97,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017.
Sementara BKPM juga mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah Jawa Barat (Rp 37 triliun, porsi 19,9 persen), DKI Jakarta (Rp 28,9 triliun, 15,6 persen), Jawa Tengah (Rp 16,1 triliun, 8,7 persen), Banten (Rp 15,5 triliun, 8,4 persen), dan Riau (Rp 9,1 triliun, 4,9 persen).
Sedangkan, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha lima besar adalah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 27,6 triliun, 143 persen), Industri Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 22,7 triliun, 12,3 persen), Listrik, Gas, dan Air (Rp 19,3 triliun, 10,4 persen), Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 17,9 triliun, 9,6 persen), serta Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 14,7 triliun, 7,9 persen).
Sementara, lima besar negara asal PMA adalah Singapura (USD 2,5 miliar, 32,6 persen), Jepang (USD 1,4 miliar, 16,7 persen), Korea Selatan (USD 0,9 miliar, 11,6 persen); R. R. Tiongkok (USD 0,7 miliar, 8,3 persen) dan Hongkong, RRT (USD 0,5 miliar, 6,3 persen). (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya