LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI prediksi neraca perdagangan surplus USD 1,1 miliar di Maret 2018

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo memprediksi neraca perdagangan Maret 2018 akan mengalami suplus. Hal ini setelah dalam 3 bulan terakhir neraca perdagangan Indonesia berada dalam kondisi defisit. Neraca tersebut diperkirakan akan mengalami suplus sebesar USD 1,1 miliar.

2018-04-14 12:00:00
Neraca Perdagangan
Advertisement

Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca perdagangan Maret 2018 akan mengalami surplus. Hal ini setelah dalam 3 bulan terakhir neraca perdagangan Indonesia berada dalam kondisi defisit.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian terkait neraca perdagangan Maret. Hasilnya, neraca tersebut diperkirakan akan mengalami surplus USD 1,1 miliar.

"BI sudah mengkaji bahwa di Maret 2018 itu kita perkirakan neraca perdagangan kita akan surplus USD 1,1 miliar. Jadi neraca dagang yang Januari dan Februari sempat defisit USD 750 juta, kemudian defisit USD 120 juta. Itu di Maret ini akan ada surplus kira-kira USD 1,1 miliar. Jadi neraca perdagangan kita di kuartal I 2018 akan positif," ujar dia di Batam, Kepulauan Riau (14/4/2018).

Advertisement

Sementara untuk transaksi berjalan (current account), surplus neraca perdagangan diharapkan akan memperbaiki defisit transaksi berjalan Indonesia yang dalam dua tahun terakhir mengalami perbaikan.

"CAD (current account defisit) kita sangat sambut baik bahwa di 2016 kan 1,8 persen dari GDP (gross domestic product), 2017 1,7 persen dari GDP. Kita melihat bahwa nanti kuartal I 2018 ada di kisaran 2 persen dari GDP. Memang agak sedikit meningkat transaksi berjalan tapi itu adalah karena impor yang bagus," jelas dia.

Menurut Agus, impor bahan baku dan bahan antara yang dilakukan selama ini menunjukkan geliat industri di dalam negeri. Hal ini memberikan indikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Advertisement

"Impor bahan baku dan bahan antara yang cukup meningkat untuk mengisi dan memenuhi kebutuhan manufakturing untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018. Ini tentu sejalan dengan prakiraan kita bahwa transaksi berjalan di Indonesia kuartal I 2018 ada di kisaran 2 persen dari GDP, sepanjang tahun itu akan ada di bawah 2,5 persen dari GDP."

Reporter : Septian Deny

Sumber : Liputan6

Baca juga:
Utang hingga defisit perdagangan jadi pekerjaan rumah bos baru BI
Pengamat nilai defisit neraca perdagangan bikin Rupiah melemah
Bos BPS sentil Menteri Jonan sektor migas buat neraca perdagangan defisit 3 bulan
Neraca perdagangan Februari kembali defisit, bos BPS minta pemerintah waspada
Bos BI prediksi pertumbuhan kuartal I 2018 tak lewati 5 persen
Neraca perdagangan Januari 2018 defisit, ini kata Bos BI
Neraca perdagangan Januari 2018 defisit USD 0,68 miliar

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.