Bos BI optimis penurunan suku bunga acuan jaga stabilitas ekonomi
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau 7-Days Repo Rate sebesar 25 bps dari 5,25 persen menjadi 5 persen. Gubernur BI Agus Martowardojo berharap penurunan ini bisa menjaga stabilitas makro ekonomi di tengah melemahnya perekonomian global.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan BI 7-day RR Rate di level 5 persen bisa menjaga stabilitas makro ekonomi. Sebab, hal ini sejalan dengan inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, dan nilai tukar yang relatif stabil.
"Di tengah masih lemahnya perekonomian global, pelonggaran kebijakan moneter tersebut diharapkan dapat lebih memperkuat upaya untuk mendorong permintaan domestik sehingga tetap menjaga stabilitas makro ekonomi," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (21/9).
Menurutnya, stabilitas ekonomi Indonesia juga didukung oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dipastikan tidak akan menaikkan kembali suku bunga acuannya. Melihat, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang belum menunjukkan perbaikan.
"Lemahnya pemulihan ekonomi AS dan masih tingginya ketidakpastian yang membayangi ekonomi AS mengakibatkan dipertahankannya suku bunga kebijakan AS atau Fed Fund Rate (FFR) dan diperkirakan hanya akan mengalami kenaikan satu kali pada tahun 2016," jelas Agus.
Sementara itu, ekonomi Eropa juga masih lemah seiring belum berkembangnya aktivitas investasi dan konsumsi masyarakat Eropa. Ekonomi China juga masih melemah, karena melambatnya investasi, pengeluaran pemerintah, dan masih lemahnya konsumsi.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia menurun, sejalan dengan terus meningkatnya produksi minyak OPEC. Sedangkan, harga beberapa komoditas ekspor Indonesia sedikit membaik, terutama crude palm oil (CPO).
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau 7-Days Repo Rate sebesar 25 bps dari 5,25 persen menjadi 5 persen.
Agus mengatakan, selain suku bunga acuan, bank sentral juga menetapkan suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 bps menjadi 4,25 persen dan Lending Facility (LF) diturunkan sebesar 25 bps dari 6,00 persen menjadi sebesar 5,75 persen.
"Sebagaimana diumumkan pada tanggal 15 April 2016, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, terhitung mulai hari ini Bank Indonesia mulai menggunakan 7-Day (Reverse) Repo Rate sebagai suku bunga kebijakan menggantikan Bank Indonesia Rate," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (21/9).
Selain itu, BI juga akan menjaga koridor suku bunga yang simetris dan lebih sempit. Di mana deposit facility rate dan landing facility rate berada masing-masing di 75 basis poin di bawah dan di atas BI 7-Days Repo Rate.
Baca juga:
Bank Indonesia turunkan suku bunga acuan jadi 5 persen
Juli 2016, Utang luar negeri RI naik 6,4 persen jadi USD 324,2 M
Bos BI: Tax Amnesty & pemangkasan anggaran jaga defisit tetap aman
Harga komoditi belum pulih, BI minta pemerintah waspada rasio ekspor
BI: Jangan hanya andalkan perbankan untuk pendalaman pasar keuangan
BI: Pertama kali uang logam Rupiah ada gambar pahlawan
Ini alasan pemerintah ubah desain Rupiah dengan gambar 12 pahlawan