LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI: Dampak nilai tukar terhadap inflasi terkendali

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak pada inflasi. Menurutnya, kenaikan inflasi inti bukanlah disebakan oleh kenaikan komponen harga barang-barang yang disebabkan pelemahan nilai tukar.

2018-08-24 14:00:23
Bank Indonesia
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli 2018 sebesar 0,28 persen dan secara year on year tercatat sebesar 3,18 persen dengan inflasi inti sebesar 2,87 persen year on year. Inflasi inti Juli meningkat 0,41 persen secara bulanan atau month to month.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak pada inflasi.

"Saya tegaskan, keyakinan kami (Tim Pengendali Inflasi Pusat/TPIP) bahwa dampak nilai tukar terhadap inflasi itu terkendali," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/8).

Advertisement

Perry menyebut, kenaikan inflasi inti bukanlah disebakan oleh kenaikan komponen harga barang-barang yang disebabkan pelemahan nilai tukar atau imported inflation.

"Setelah dilihat barangnya apa, lebih banyak terkait dengan biaya sekolah dan biaya sewa rumah. Itu ada kaitannya dengan nilai tukar apa enggak? Kan enggak ada," katanya.

Melihat indikator-indikator penyebab inflasi tersebut, maka depresiasi Rupiah dinilai tak pengaruhi inflasi. "Kami tidak melihat adanya kenaikan inflasi inti Karena pelemahan nilai tukar," ujar dia.

Advertisement

Di mana rupiah saat ini, kata Perry terdepresiasi 7 persen. Lebih rendah dari Rupee India yang 9 persen, Rand Afrika Selatan sekitar 13,7 persen, dan Real Brasil yang 18,2 persen. "Bahkan (Peso) Argentina dan (Lira) Turki yang terdepresiasi hingga dekati 40 persen," imbuhnya.

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (24/8). Rupiah tercatat secara fluktuatif berada pada angka Rp 14.660 per USD, angka ini hampir sama dengan pergerakan Rupiah pada hari sebelumnya di Rp 14.620 per USD.

Baca juga:
Menko Darmin kumpulkan menteri bahas inflasi, ini hasilnya
Hiperinflasi, harga ayam di Venezuela 14 juta bolivar
Nota keuangan RAPBN 2019: Inflasi ditarget 3,5 persen
Dampak krisis Turki, hidup rakyat Indonesia bisa makin sulit
Survei LIPI: Akses untuk punya rumah & pendapatan masyarakat masih buruk

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.