Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Darmin kumpulkan menteri bahas inflasi, ini hasilnya

Menko Darmin kumpulkan menteri bahas inflasi, ini hasilnya High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP). ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memanggil sejumlah anggota Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di kantornya, Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi alias High Level Meeting TPIP ini membahas mengenai pengendalian inflasi.

Rapat koordinasi ini, dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Selain itu, juga ada Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, serta Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo.

"Kita bersama-sama ingin menyampaikan hasil rapat koordinasi kita dalam rangka untuk terus menjaga menjaga pengendalian inflasi kita," kata Sri Mulyani di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/5).

Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah selama ini sudah cukup berhasil menjaga tingkat inflasi pada level tingkat yang rendah dan stabil yakni dikisaran 3,5 persen. Oleh karenanya, angka tersebut diharapkan mampu terkendali di tengah perekonomian global yang bergejolak.

"Dan ini adalah suatu tingkat inflasi yang ingin kita jaga pada saat kita sekarang mengahadapi terutama pada aspek global yang berubah secara dinamis," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution tersebut, masing-masing Kementerian Lembaga dan seluruh stakeholder terkait bersama Bank Indonesia, telah menyepakati dan akan fokus pada seluruh komponen dari masing-masing inflasi tersebut.

Yakni tiga komponen pembagian antara core inflation, kemudian inflasi yang dikontribusikan dari volatile food, dan juga inflasi yang diperkirakan berasal dari nilai tukar dalam bentuk imported inflation.

"Kita melihat kepada tiga komponen ini melihat apa apa yang perlu kita diwaspadai dan perlu untuk kita lakukan untuk penyesuaian dan kebijakan agar ketiga komponen tersebut, tidak menjadi faktor yang akan memicu inflasi sampai akhir tahun dan bahkan continue di 2019," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan inflasi pada 2019 berada di kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen. Angka tersebut tidak berbeda jauh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

"Pemerintah berupaya menjaga inflasi pada tingkat yang rendah untuk menjamin daya beli masyarakat, pada tahun 2019, pemerintah akan menjaga inflasi pada rentang 3,5 persen plus minus 1 persen," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat memberi paparan Kerangka RAPBN 2019 pada Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung DPR.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP