LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI Buka Kemungkinan Turunkan Suku Bunga Lagi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meramalkan kondisi suku bunga acuan BI di tahun mendatang atau 2020. Menurutnya masih ada kemungkinan Bank Sentral Indonesia untuk melonggarkan beberapa kebijakannya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

2019-10-31 12:41:46
Bank Indonesia
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meramalkan kondisi suku bunga acuan BI di tahun mendatang atau 2020. Menurutnya masih ada kemungkinan Bank Sentral Indonesia untuk melonggarkan beberapa kebijakannya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perry mengasumsikan jika pada tahun ini ekonomi global tumbuh 3 persen, dan pada 2020 tumbuh menjadi 3,1 persen, maka kemungkinan pelonggaran masih ada. Dengan catatan, perang dagang antara Amerika Serikat dan China ada kesepakatan baik.

"Berdasarkan asumsi itu, kenapa kita kemarin berikan forward guidance look BI masih melihat terbukanya ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif. Bisa dalam bentuk suku bunga, penurunan giro wajib minimum (GWM), relaksasi makroprudensial. Instrumen ini terbuka ruang untuk lebih akomodatif," jelas Perry di Jakarta, Kamis (31/10).

Advertisement

Dia mengaku masih akan terus mencermati perkembangan dari ekonomi dunia. Sebab, tidak bisa dipastikan apakah nantinya Amerika Serikat dan China akan merujuk baik atau sebaliknya malah memburuk.

"Kalau memburuk, tahun depan ekonomi global mungkin tidak sampai 3,1 persen. bisa 3-2,9 persen," tandasnya.

Seperti diketahui, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Oktober 2019 Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menurunkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada angka 5,00 persen. Suku bunga Deposit Facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 5,75 persen.

Advertisement

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 23-24 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day repo" ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (24/10).

Dia menjelaskan keputusan tersebut diambil dengan memperhatikan kondisi perekonomian global yang masih melambat. "Kebijakan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi dan imbal hasil keuangan domestik yang tetap menarik," ujarnya.

Penurunan suku bunga ini juga bertujuan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan stabilitas perekonomian domestik.

"Kebijakan ini didukung pula oleh strategi operasi moneter yang terus diperlukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan memperkuat efektivitas transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," tutupnya.

Baca juga:
Ekonomi AS Melambat, The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin
Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Oktober 2019 Menjadi 5 Persen
Kadin Beberkan 2 Faktor Penyebab Industri Pelayaran Tumbuh Melambat
DBS Prediksi Bank Indonesia Bakal Turunkan Suku Bunga Acuan Bulan Ini
LPS: Suku Bunga Deposito Perbankan Akan Terus Turun
LPS Kembali Turunkan Bunga Penjaminan Sebesar 25 Bps

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.