LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BCA: Industri perbankan sudah belajar soal pelemahan Rupiah sejak 1998

"Industri perbankan sejak 98 sudah belajar ya, jadi kita juga mengelola dolar sudah lebih baik. Tidak ada yang spekulasi, enggak ada pinjaman yang terlalu banyak dalam dolar, jadi saya rasa perbankan sudah lebih siap," kata Presiden Direktur Bank BCA Djahja Setiaatmadja.

2018-10-09 11:58:53
BCA
Advertisement

Presiden Direktur Bank BCA Djahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi pelemahan rupiah yang kini telah tembus di nominal Rp 15.000 per USD. Salah satunya berupaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

"Industri perbankan sejak 98 sudah belajar ya, jadi kita juga mengelola dolar sudah lebih baik. Tidak ada yang spekulasi, enggak ada pinjaman yang terlalu banyak dalam dolar, jadi saya rasa perbankan sudah lebih siap," tuturnya di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (9/10).

Meski mata uang rupiah tersungkur dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Djahja berpendapat, mata uang lain juga mengalami hal yang sama. Salah satunya ialah mata uang Jepang yakni Yen.

Advertisement

"Kenaikan dolar memang ada, tapi kan Yen juga tercatat melemah cukup besar juga. Jadi saya kira sepanjang kepanikan berlebih tidak terjadi, maka ini bisa terkendali," jelasnya.

Djahja menambahkan, depresiasi rupiah yang terjadi belakangan justru berdampak signifikan kepada sektor riil RI. Industri ini dinilai berpengaruh besar pada fluktuasi harga-harga barang di pasar.

"Sektor riil karena bahan baku dari produk-produk kita itu masih impor. Ini sedikit banyak ada kenaikan daripada harga. Itu harus dilihat dampaknya ke inflasi," ujar dia.

Advertisement

Oleh sebab itu, dia berharap inflasi yang menimpa industri dapat tetap terjaga dalam rentang harga yang proporsional. "Karena kita kan harus balanced ya antara kurs, suku bunga, serta inflasi ini. Jadi yang penting kita bisa jaga inflasi tidak terlalu tinggi supaya harga barang tak melonjak tinggi," pungkasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menteri Rini sebut pelemahan Rupiah bikin investasi RI lebih menarik
Rupiah dibuka melemah di level Rp 15.223 per USD
Penguatan Dolar capai Rp 15.200 lejitkan untung pengusaha sawit lewati target
3 Penyebab rupiah tak kunjung menguat
Rupiah anjlok di level Rp 15.217 per USD
Sri Mulyani soal Rupiah anjlok ke Rp 15.200-an per USD: Dinamika AS masih mendominasi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.