LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Bappenas: Negara besar perang agar industri senjata mereka laku

"Amerika dan negara besar lainnya itu hobi perang itu semata-mata bisnis. Yang namanya peta politik global ketika Amerika dan negara lain inisiasi perang itu tujuannya jelas."

2016-11-12 12:40:00
Bappenas
Advertisement

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro bercerita mengenai perbedaan negara besar dengan negara kecil dalam melakukan perang. Menurut Bambang, negara besar seperti Amerika melakukan perang dengan negara lain karena tujuan bisnis.

"Amerika dan negara besar lainnya itu hobi perang itu semata-mata bisnis. Yang namanya peta politik global ketika Amerika dan negara lain inisiasi perang itu tujuannya jelas. Agar industri senjata mereka laku," ujarnya dalam diskusi di Perbanas Institute, Jakarta, Sabtu (12/11).

Sedangkan negara kecil, menurut Bambang, mereka melakukan perang murni untuk membela kepentingan bangsanya. Sebab, mereka tidak ingin kekayaan mereka tergerus oleh negara kecil lainnya maupun negara besar.

Advertisement

"Negara kecil saja yang murni perang untuk mempertahankan negaranya," ucapnya.

Selain itu, mantan Menteri Keuangan ini menambahkan, apabila negara-negara besar melakukan perang di Timur Tengah, ada dua keuntungan yang mereka dapat. Pertama dari sisi industri dan kedua dari sisi sumber daya alamnya dengan menggerus minyak di negara-negara di sana.

"Kalau perang di Timur Tengah itu mereka dapat untung double. Senjata dan minyak. Itu jelas tujuannya ekonomi. Kalau negara besar perang itu tujuannya kalau tidak untuk keuntungan industri senjata mereka ya untuk SDA," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Bos Bappenas: Indonesia punya potensi ekspor energi listrik
Pemerintah cari dana bangun infrastruktur ke ratusan investor ASEAN
Bos Kadin: Indonesia butuh Rp 5.500 T, kita undang investor asing
Agar JHT tak dicairkan lebih awal, pemerintah siapkan asuransi PHK
Ini dua solusi Menteri Bambang agar RI lepas dari jerat impor pangan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.