Bos Bappenas: Ekonomi RI Bisa Turun Jika Terus Bergantung Pada Komoditas
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Bordjonegoro mengatakan bahwa Indonesia perlu mendorong industri manufaktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen. Menurutnya, apabila hanya mengandalkan produk komoditas saja, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tergelincir.
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Bordjonegoro mengatakan bahwa Indonesia perlu mendorong industri manufaktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen. Menurutnya, apabila hanya mengandalkan produk komoditas saja, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tergelincir.
"Jika kita tetap berpegang teguh pada ekonomi komoditas ini, bisa tergelincir ke 4,8 hingga 4,5 persen. Kita perlu beralih ke manufaktur bernilai tambah," katanya saat ditemui di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (22/1).
Menurutnya, apabila pertumbuhan ekonomi mampu digenjot hingga mencapai 6 persen secara berkelanjutan, maka Indonesia akan menjadi negara maju serta berpenghasilan tinggi. Sebab, ketika berbicara tentang pertumbuhan maka pemerintah harus membayangkan masa depan ekonomi terlebih dahulu dan menyesuaikannya.
"Tapi, yang perlu diwaspadai, pertumbuhan ekonomi rata-rata telah menurun dari periode ke periode. Pertumbuhan rata-rata adalah 7,5 persen," sebutnya.
Di samping itu, untuk mendorong pertumbuhan bonus demografi juga perlu dimanfaatkan oleh pemerintah. Jika tidak dapat mengeksploitasi jendela ini akan terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah selamanya.
Seperti diketahui, untuk tahun ini saja, Presiden Joko Widodo memprediksi, pertumbuhan ekonomi 2018 mampu mencapai sekitar 5,2 persen. Angka ini diperoleh dari laporan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, usai melakukan penutupan perdagangan saham 2018.
"Yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Masih dihitung tapi tadi saya dibisikin Pak Menko kurang lebih angkanya (5,2 persen)," ujar Presiden Jokowi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/12).
Baca juga:
Menko Darmin Akui Perlambatan Ekonomi China Berpengaruh ke Indonesia
Chatib Basri: Investor Asing Lebih Optimis Pada Ekonomi Indonesia
Ini Syarat Agar Batam Bisa Saingi Singapura
Ini Cara Dorong Pesantren dan Santri Agar Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Kredit 2019 Lewati Pencapaian 12 Persen 2018
Defisit Neraca Perdagangan 2018 Terburuk, Menko Darmin Sebut Imbas Ekonomi Tumbuh