Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Defisit Neraca Perdagangan 2018 Terburuk, Menko Darmin Sebut Imbas Ekonomi Tumbuh

Defisit Neraca Perdagangan 2018 Terburuk, Menko Darmin Sebut Imbas Ekonomi Tumbuh Darmin Nasution soal defisit neraca perdagangan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tetap solid meskipun neraca perdagangan mengalami defisit. Menurutnya, defisit itu terjadi karena ekonomi Indonesia terus berjalan.

"Jadi ini ekonomi kita itu defisitnya di neraca perdagangan besar itu, justru karena ekonominya jalan," kata Menko Darmin di Kantornya Jakarta, seperti ditulis Rabu (16/1).

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen. Angka ini diperkirakan masih akan tumbuh sekitar 5,2 persen pada kuartal IV-2018 mendatang.

Menko Darmin menyebut, dengan pertumbuhan ekonomi berada diatas lima persen secara otomatis membuat laju impor tinggi. Sebab, ada beberapa komoditas bahan baku yang memang belum bisa dihasilkan di dalam negeri, Sehingga mau tidak mau memaksa untuk memilih impor.

"Ekonomi kita itu tumbuh dengan baik tidak seperti tahun-tahun lalu sehingga mau tidak mau impornya tetap tumbuh dengan cepat, karena kita perlu barang-barang impor, karena kita tidak menghasilkan itu selama ini, atau memilih komoditas mana yang meningkat," sebutnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar USD 1,10 miliar pada Desember 2018. Dengan demikian sepanjang 2018 Indonesia defisit sebesar USD 8,57 miliar. Dengan demikian, defisit itu menjadi yang terbesar sejak tahun 1975 lalu.

Berdasarkan data, pada 1975 defisit neraca perdagangan hanya sebesar USD 391 juta. Secara spesifik, dia menyebutkan jika dirujuk berdasarkan data sebelum 2018, defisit yang tercatat pada 2014 tercatat sebesar USD 2,20 miliar, kemudian di 2013 sebesar USD 4,08 miliar dan pada 2012 sebesar USD 1,7 miliar.

Sementara, sejak 1975 hingga 2012, neraca perdagangan Indonesia terus mengalami surplus sebagaimana yang terjadi di 2015 hingga 2017. Adapun surplus yang terbesar berdasarkan catatan BPS adalah sebesar USD 39,73 miliar pada 2006.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP