Bos AP II: Pembangunan runway 3 Bandara Cengkareng terkendala lahan
Jika runway 3 sudah beroperasi, jam terbang di Bandara ditengarai bisa bertambah dua kali lipat dari saat ini yang berkisar 70-80 penerbangan per jamnya. "Kalau ada runway 3 bisa 114 per jam dengan 3 runway.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan landasan pacu (runway) 3 Bandara Soekarno Hatta masih terkendala pembebasan lahan. Dari total 216 hektar yang dibutuhkan, baru 70 hektar lahan yang sudah berhasil dibebaskan.
"Sudah 30 persen, sudah 70 hektar dari 216 hektar," kata Awaluddin, di kantornya, Jumat (11/8).
Sementara untuk jalan rayap atau landasan ancang (taxiway) tidak mengalami kendala apapun, dan persiapan pembangunannya sudah dimulai bulan ini.
"Runway 3 terbagi 2 seksi, satu seksi taxiway nya dulu, kedua runway-nya sendiri. Nah prioritas kita bulan ini akan mulai untuk persiapan taxiway-nya dulu," ujarnya.
Taxiway dan runway 3 akan dibangun dengan standar wide body dengan panjang lintasan 6.000 meter dan lebar 60 meter.
Awaluddin berharap pembebasan lahan bisa selesai akhir tahun ini agar pada triwulan 1-2019 runway tersebut sudah bisa dioperasikan.
"Lama pembangunan sekitar 12 sampai 14 bulan jadi kalau itu selesai berarti sekitar triwulan 1-2019 bisa selesai runway plus taxiway nya," ungkapnya.
Jika runway 3 sudah beroperasi, jam terbang di Bandara ditengarai bisa bertambah dua kali lipat dari saat ini yang berkisar 70-80 penerbangan per jamnya. "Kalau ada runway 3 bisa 114 per jam dengan 3 runway," pungkasnya.
Baca juga:
Strategi AP II siapkan Bandara Cengkareng jadi smart airport
Pengerjaan pengembangan Bandara Silangit Rp 369 M rampung September
26 UKM binaan Bandara Soekarno-Hatta dapat bantuan Rp 675 juta
Semester I-2017, laba Angkasa Pura II capai Rp 1,46 triliun
Tiga bandara AP II diganjar penghargaan mutu layanan internasional