Bos Adaro sebut peningkatan harga batu bara masih rawan koreksi
Bos Adaro sebut peningkatan harga batu bara masih rawan koreksi. Sebab, harga batu bara masih sensitif terhadap sentimen eksternal. Dikatakan Boy, saat ini pihaknya lebih menggantungkan asa perusahaan pada lini ketenagalistrikan dan logistik.
Direktur Utama PT Adaro Energy, Garibaldi 'Boy' Thohir mengungkapkan, peningkatan harga batu bara dalam negeri saat ini masih rawan koreksi turun. Sebab, harga batu bara masih sensitif terhadap sentimen eksternal.
"Kami perlu melihat, apakah harga ini akan sustainable atau tidak? Kami tak bisa prediksi harga jual. Makanya, kami tidak bisa mengandalkan kenaikan harga batu bara, sehingga kami tidak mengubah angka produksi tahun depan," ujarnya di Gedung Tempo Scan, Jakarta, Senin (8/11).
Dikatakan Boy, saat ini pihaknya lebih menggantungkan asa perusahaan pada lini ketenagalistrikan dan logistik. Kedua lini tersebut diprediksi akan mengalami pertumbuhan 20 persen dari saat ini 10 persen dalam 10 tahun ke depan.
"Ya disini kenapa kami tidak mau bergantung pada lini usaha, karena harga batu bara naik turun. Kami bergantung pada 3 engine strategy yakni mining, logistic, dan power plant. Tahun ini pun, sebetulnya kami tidak merevisi apapun terkait lini batu bara dan hasilnya produksi tetap sama," tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya berharap kinerja perusahaannya akan membaik dengan meningkatnya harga batu bara. "Ya walau masih fluktuasi kita tetap berharap kontribusi ini," tandasnya.
Seperti diketahui, harga batubara pada tahun ini tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harga batu bara saat ini mencapai USD 84,89 per ton. Jumlah tersebut meningkat USD 34,89 dibanding harga sebelumnya sebesar USD 50 per ton.
Baca juga:
Negara ini haramkan energi batu bara di 2030 mendatang
Lima pencuri batu bara di muara Sungai Mahakam ditangkap polisi
Jaga keuntungan perusahaan, Adaro tambah 2 lini bisnis baru
Anak usaha Pertamina jual 8 blok gasifikasi batu bara
Baru 13 perusahaan setuju kenaikan tarif pajak batu bara
BHP Billiton belum lapor ESDM soal rencana pelepasan saham IMC
Pengiriman batu bara turun 3 juta ton, nilai ekspor April merosot