LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Adaro sebut pembatasan impor batu bara China tak ganggu kinerja perusahaan

Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Garibaldi Thohir mengatakan, kebijakan proteksi impor batu bara oleh China tidak membuat kinerja perusahaan menurun. Sebab, ekspor batu bara Adaro ke China hanya berkisar 10 persen.

2018-10-03 17:09:18
Adaro
Advertisement

Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Garibaldi Thohir mengatakan, kebijakan proteksi impor batu bara oleh China tidak membuat kinerja perusahaan menurun. Sebab, ekspor batu bara Adaro ke China hanya berkisar 10 persen.

"Untuk Adaro kita memang tidak terlalu berdampak karena kebetulan Adaro sudah dari jauh jauh hari mendiversifikasikan market kita. Jadi ke Tiongkok penjualan kita itu less than 10 persen, jadi ngga terlalu impact," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (3/10).

Garibaldi mengatakan sejauh ini ada 17 negara tujuan ekspor Batu bara. Meski demikian, permintaan dalam negeri juga masih cukup tinggi yaitu berkisar 30 persen. "Kemana-mana ke 17 negara. Paling besar ke domestik, mungkin sekitar hampir 30 persen ke domestik," jelasnya.

Advertisement

Garibaldi melanjutkan, dalam menjalankan roda penjualan, perusahaannya tidak selalu bergantung pada satu pasar tertentu. Hal ini untuk menghindari resiko apabila terjadi perubahan kebijakan di negara tujuan ekspor.

"Kalau dari dulu kita selalu ini ya, istilah saya kita enggak mau tergantung terhadap satu market tertentu. Yang besar itu Malaysia, Hongkong, Korea, Jepang, China, India, bahkan ada yang sebagian ke Amerika. Negara-negara Asean Filipina, Vietnam," jelasnya.

Garibaldi optimis kinerja perusahaan tetap positif hingga akhir tahun. Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai beberapa resiko seperti fluktuasi harga Batu bara yang tidak dapat diprediksi.

Advertisement

"Harga kan saya sudah bilang enggak bisa di predict kan memang ada penurunan. Cuman tadi blanded kita kan, karena strategi kita tidak hanya tergantung pada pasar, jadi risknya juga ke spread, sehingga kita bisa memanage harga jual yang tiba-tiba drop. Ya kita ada yang longterm jadi overall masih sesuai dengan guidance kita," tandasnya.

Baca juga:
Pemerintah siapkan diskon PPh untuk bunga DHE yang dibawa kembali ke RI
Pertama kali, Sumatera Barat ekspor manggis ke China
5 Temuan mencengangkan BPK dalam IHPS semester I 2018
Sejak 2014 hingga 2017, program pengentasan impor Kementan dinilai BPK tak efektif
Indonesia bakal ekspor vape ke Eropa tahun ini
Jurus AEKI tingkatkan daya saing petani kopi Indonesia

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.