Bisnis menggiurkan jadi alasan Garuda buka Cargo Service Center di Solo
Perkembangan pesat Kota Solo membuat peluang bisnis khususnya kargo menjanjikan. Maraknya bisnis online membuat volume pengiriman barang ke luar kota terus bertambah. Kondisi tersebut ditangkap oleh maskapai berpelat merah, PT Garuda Indonesia dengan membuka Cargo Service Center (CSC) baru di Jalan Dr Radjiman Nomor 59
Perkembangan pesat Kota Solo membuat peluang bisnis khususnya kargo menjanjikan. Maraknya bisnis online membuat volume pengiriman barang ke luar kota terus bertambah. Kondisi tersebut ditangkap oleh maskapai berpelat merah, PT Garuda Indonesia dengan membuka Cargo Service Center (CSC) baru di Jalan Dr Radjiman Nomor 597, Laweyan Solo.
General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo Aryo Wijoseno mengatakan, pembukaan CSC baru tersebut dimaksudkan untuk memberikan layanan kargo yang aman dan tepat waktu bagi pengguna jasa kargo di kota Solo dan sekitarnya. Meski baru akan diresmikan akhir September mendatang, CSC Laweyan sudah mulai beroperasi hari ini.
"Kedepan Solo ini akan berkembang pesat, ada jalan trans Jawa segera difungsikan dan melintas di dekat bandara. Dengan fasilitas ini akan terjadi relokasi industri dari daerah lain ke wilayah Solo raya, karena pertimbangan UMK yang lebih rendah. Kemudian ada jalur kereta api dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo. Dan nanti bandara Solo ini akan menjadi bandara hub yang tentu akan sangat menguntungkan. Perekonomian Solo raya ini akan berkembang pesat. Pengiriman barang juga tentu akan naik pesat," ujar Aryo di Solo, Selasa (29/5).
Aryo menambahkan, pendapatan utama Garuda saat ini masih berasal dari penumpang dan kargo menjadi pemasukan tambahan saat low session. Kedepan kargo akan lebih dikembangkan lagi karena satu pesawat Boeing 747 bisa mengangkut kargo hingga 4 ton.
"Setiap hari Bandara Adi Soemarmo mampu mengangkut 7,5 ton," kata Supervisor Cargo Sales & Service Garuda Indonesia Solo Agus Ubargie.
Sebelum CSC Laweyan, Garuda Indonesia telah memiliki pelayanan kargo yang berada di Kantor Garuda jalan Veteran. Kedepan, Garuda menargetkan layanan melalui CSC dapat terus diperluas, khususnya melalui jaringan distribusi pengiriman kargo di berbagai pelosok daerah.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan aktifitas kargo, maka tidak menutup kemungkinan CSC ini akan terus dikembangkan di area-area yang lebih kecil dan belum terjangkau, seperti kabupaten atau desa.
"Melalui CSC ini pengguna jasa dapat mengirimkan barangnya sesuai kebutuhan, baik berdasarkan waktu pengiriman (same day, one day, regular), jenis barang kiriman (general cargo atau special cargo) atau tipe pengiriman (city to port, city to door, atau door to door)," jelasnya.
Baca juga:
Perluas jaringan, Garuda Indonesia kerja sama dengan Vietnam Airlines
Mulai besok, China Southern beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Usai Vietjet, Menhub Budi harap maskapai asing lain ikut buka rute ke Indonesia
Deretan kelebihan pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia
4 Cerita di balik maskapai pramugari berbikini jelang beroperasi di Indonesia
Jika lolos uji, PT DI siap produksi 12 pesawat N219 per tahun