BIJB lepas 18 persen kepemilikan cari dana Rp 500 M, lelang dimulai minggu depan
Gubernur Aher mengungkapkan, sisa porsi kepemilikan saham BIJB sebesar 82 persen dibagi tiga untuk Pemprov Jabar, PT Angkasa Pura II dan Koperasi PNS Jabar dan Jasa Sarana. PT AP II dalam posisi 20 persen, Pemprov Jabar 60 persen kemudian RDPT 18 persen, 2 persennya koperasi PNS Jabar dan Jasa Sarana.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa perusahaan tertarik berinvestasi dalam proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Tawaran atau lelang akan dibuka minggu depan.
"Macam-macam tadi ada dana reksa, AP II sendiri. Buka tawarannya minggu depan. Asing ada insurance (perusahaan asuransi) dari luar," ujar Menko Luhut usai menggelar rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat membahas BIJB Kertajati di Kantornya, Jakarta, Selasa (20/2).
Dia melanjutkan hari ini telah ditetapkan porsi kepemilikan saham dalam bentuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) di BIJB adalah sebesar 18 persen. Menko Luhut menjelaskan RDPT untuk BIJB sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar melibatkan swasta masuk ke dalam proyek pembangunan.
"RDPT kita dorong masuk 18 persen sehingga kira-kira hampir Rp 500 miliar. Dengan begitu pendanaannya jadi tidak ada masalah dan keinginan Presiden supaya swasta masuk ke proyek pemerintah jadi lebih berjalan," ujarnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher mengatakan akan segera memproses RDPT untuk BIJB. "Pendanaan dari RDPT segera akan dalam proses penyelesaian," kata Gubernur Aher.
Gubernur Aher mengungkapkan, sisa porsi kepemilikan saham BIJB sebesar 82 persen dibagi tiga untuk Pemprov Jabar, PT Angkasa Pura II dan Koperasi PNS Jabar dan Jasa Sarana.
"PT AP II dalam posisi 20 persen, Pemprov Jabar 60 persen kemudian RDPT 18 persen, 2 persennya koperasi PNS Jabar dan Jasa Sarana," ujarnya.
Gubernur Aher menyatakan dana dari RDPT akan masuk sebagai tambahan modal pada akhir Maret tahun ini. "Kalau perbankan syariah sudah mulai masuk sudah di angka Rp 900 miliar an ya, kemudian dari RDPT akan segera masuk mudah-mudahan Maret ini masuk, dari APII juga minggu kedua. Maret akhir pokoknya semua masuk. Kalau dari koperasi sudah masuk."
"Kemudian sindikasi juga sudah mulai lancar lagi memberikan pendanaan sehingga dengan pendanaan dari RDPT, pendanaan dari AP II sebagai penyertaan modal, pendanaan dari sindikasi perbankan saya kira ini semua bisa menyelesaikan atau sudah bisa menyelesaiakan pendanaan yang diperlukan," sambungnya.
Adapun modal awal pembangunan BIJB ini adalah sebesar Rp 2,5 triliun. Sementara itu, pembangunan tahap pertama sudah menelan lebih dari modal awal yaitu Rp 2,6 triliun.
Baca juga:
Tahun ini, Bandara Kertajati siap berangkatkan 39.000 jemaah haji
Soal tambahan rute kereta cepat ke bandara, KCIC fokus Jakarta-Bandung terlebih dulu
Menko Luhut kebut pembangunan Bandara Kertajati
Incar dana Rp 930 M, BIJB akan lepas 38 persen saham Bandara Kertajati
Melihat progres pembangunan Bandara Kertajati siap beroperasi Juni 2018
Jemaah haji asal Jawa Barat bisa berangkat lewat Bandara Kertajati
Pembangunan Bandara Jawa Barat mencapai 80 persen