BI: Uang palsu menurun, hanya 3 lembar per Rp 1 juta
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi mengungkapkan sejak dikeluarkannya uang Rupiah emisi 2016, angka kejahatan pemalsuan semakin menurun. Hal itu dikarenakan uang Rupiah memiliki tingkat keamanan tinggi sehingga sulit untuk ditiru.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi mengungkapkan sejak dikeluarkannya uang Rupiah emisi 2016, angka kejahatan pemalsuan semakin menurun. Hal itu dikarenakan uang Rupiah memiliki tingkat keamanan tinggi sehingga sulit untuk ditiru.
"Uang palsu hampir tidak ada ya, untuk akhir Mei 2017, turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya rata-rata 3 lembar per 1 juta dari uang yang beredar," kata Suhaedi, di Gedung BI, Jakarta, Rabu, (14/6).
Selain itu, katanya, tingkat pemahaman masyarakat untuk mengenali keaslian uang juga semakin meningkat sehingga meminimalisir beredarnya Rupiah palsu. Meski demikian, BI tetap mengimbau agar masyarakat selalu waspada, apalagi menjelang hari raya Lebaran 1438 H.
Suhaedi mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) terlebih jika melakukan transaksi pada malam hari. "Kami belum terima laporannya, kami yakin akan sulit untuk memalsukan sampai benar-benar mirip karena tingkat keamanannya," pungkasnya.
Baca juga:
BI sebut uang lusuh didominasi pecahan Rp 20.000 ke bawah
Perdana, BI tukar uang Rp 150 miliar serentak di daerah terpencil
Ini kata menkeu dan bos BI soal dampak krisis Qatar vs Arab Saudi cs
Pemerintah Jokowi punya aplikasi pantau harga pangan
Begini suasana penukaran uang Lebaran di Makassar
Terpilih jadi bos OJK, Wimboh pamer pernah kerja di New York dan IMF
Pesan Agus Marto pada dua anak buah jadi bos baru OJK