LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI sebut uang lusuh didominasi pecahan Rp 20.000 ke bawah

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi meminta masyarakat untuk segera menukarkan uang yang rusak atau tidak layak edar ke bank terdekat. Sehingga, uang tersebut bisa masuk ke dalam sistem perbankan.

2017-06-14 17:34:55
Bank Indonesia
Advertisement

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi meminta masyarakat untuk segera menukarkan uang yang rusak atau tidak layak edar ke bank terdekat. Sehingga, uang tersebut bisa masuk ke dalam sistem perbankan.

Suhaedi mengungkapkan, saat ini sudah terlalu banyak uang yang berputar di masyarakat karena tidak terhubung dengan lembaga keuangan, terutama di daerah-daerah terpencil. Uang-uang tidak layak edar tersebut harus ditarik dari peredaran dan diganti dengan uang baru.

"Tantangan kita semua terkait dengan inklusi keuangan banyak masyarakat menggunakan uang Rupiah dan berputar terus dari pembeli ke penjual karena belum terhubung dengan layanan keuangan sehingga masyarakat tidak menyetor uang yang dimilikinya," kata Suhaedi, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (14/6).

Saat ini, kata Suhaedi, uang tidak layak edar di masyarakat didominasi oleh pecahan Rp 20.000 ke bawah dengan rata-rata tingkat kerusakan pada level 6 dari skala 1-16. Untuk itu, Suhaedi berharap perbankan dan lembaga keuangan lainnya bisa merambah sampai ke daerah-daerah terpencil agar masyarakat bisa menabung uang yang mereka miliki.

"Kalau sudah mempunyai akses tabungan bisa menabung ke perbankan dan perbankan setor ke BI untuk ditukar dengan yang baru," tegasnya.

Setelah disetorkan ke BI, uang tidak layak edar tersebut tidak akan dikeluarkan kembali dan diganti dengan uang yang baru. Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan maka secara bertahap uang yang tidak layak edar akan berkurang.

"Kita sangat berharap layanan perbankan ini akan semakin mempercepat uang yang tidak layak edar sehingga akan bisa menjadi lebih baik," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Menko Darmin: Pertumbuhan berkualitas tidak harus tinggi
Menko Darmin minta tambahan anggaran Rp 150 miliar untuk 2018
Luhut kesal penurunan dwelling time tak diikuti biaya bongkar muat
Sri Mulyani ajukan pagu anggaran Kemenkeu sebesar Rp 45,7 triliun
Presiden Jokowi luncurkan pembayaran zakat melalui agen Laku Pandai
Perdana, BI tukar uang Rp 150 miliar serentak di daerah terpencil
Awas, penipuan lowongan kerja perusahaan migas asing kembali marak

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.