LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI prediksi suku bunga The Fed naik hingga 3,25 persen

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, memprediksi bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sampai 3,25 persen hingga 2019. Untuk diketahui, suku bunga The Fed saat ini berada pada angka 2 persen.

2018-09-13 16:32:46
Suku bunga The Fed
Advertisement

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, memprediksi bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sampai 3,25 persen hingga 2019. Untuk diketahui, suku bunga The Fed saat ini berada pada angka 2 persen.

"Di dalam proyeksi kami di Bank Indonesia, kami perkirakan bahwa suku bunga Amerika Serikat 2019 akan naik sampai 3,25 persen. Jadi 2,0 persen sekarang masih akan naik sampai 3,25 persen," ujarnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (13/9).

Mirza menjelaskan, pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat sebenarnya sudah direncanakan sejak 2013. Di mana, pada 2013, Amerika Serikat memberikan aba-aba akan mulai melakukan pengetatan dan mulai 2013 pasar keuangan terutama emerging market mengalami volatility yang cukup tinggi.

Advertisement

"Suku bunga Amerika Serikat mulai naik di 2015 akhir. Sedangkan, pengetatan likuiditasnya dimulai 2014, jadi ada dua hal terjadi sekaligus dari Federal Reserve likuiditasnya berkurang dan suku bunganya naik," jelasnya.

Hingga kini, kenaikan suku bunga Amerika Serikat telah direspon oleh berbagai negara termasuk oleh Bank Indonesia. Sejak bulan Mei, Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 1,25 persen.

"Dengan adanya prediksi kenaikan suku bunga Amerika Serikat tersebut, kemungkinan kita akan menyesuaikan. Masih ada sekitar 1,25 persen lagi suku bunga akan meningkat," jelasnya.

Advertisement

Mirza menambahkan, saat ini pasar keuangan menghadapi tiga tantangan sekaligus. Pertama, kenaikan suku bunga The Fed. Kedua, pengurangan likuiditas The Fed yang masih akan terus berlanjut. Ketiga rencana kenaikan suku bunga bank sentral Eropa.

"Memang satu adalah suku bunga Amerika Serikat. Kedua terkait pengurangan likuiditas Fed masih akan terus berlanjut. Ketiga adalah kita semua menunggu bagaimana sinyal europian central bank kapan mereka akan mengurangi likuiditas pasar, dan kita memperkirakan Eropa menaikkan suku bunga di semester-II 2019," jelasnya.

Baca juga:
BI yakinkan sebab pelemahan Rupiah bersumber dari Amerika
Bos BI beberkan 3 sumber ketidakpastian global hingga ganggu nilai tukar
Ini saran untuk korporasi hadapi tren kenaikan suku bunga
Bank Indonesia diramalkan bakal kembali naikkan suku bunga acuan
Tren suku bunga rendah berakhir, begini kondisi perbankan RI dari 2013 hingga kini
BI beri sinyal kembali naikkan suku bunga acuan
Langkah BI naikkan suku bunga acuan buat lesu pasar modal dan sektor riil

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.