BI: Peredaran rupiah palsu lebih rendah ketimbang mata uang asing
Semacam, dolar Amerika Serikat dan poundsterling.
Bank Indonesia mencatat sebanyak 273.223 rupiah palsu beredar sepanjang Januari-Oktober 2015. Itu didasarkan pada laporan perbankan dan penyidikan kepolisian Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi menyebut, temuan itu menghasilkan rasio 18 lembar rupiah palsu per 1 juta lembar uang beredar. Ini terbilang kecil ketimbang peredaran dolar Amerika Serikat dan poundsterling palsu.
"Temuan uang palsu di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain," kata Suhaedi saat berbincang dengan media di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/11).
Menurut data BI, pada 2006, rasio dolar palsu sebanyak 250 lembar per 1 juta lembar mata uang tersebut yang diedarkan.
Adapun, rasio Poundsterling palsu pada 2013 sebanyak 247 lembar per 1 juta lembar. Kemudian, rasio Euro palsu yang ditemukan pada 2011 sebanyak 60 lembar per 1 juta lembar.
Menurut Suhaedi, BI terus melakukan kampanye mendidik masyarakat Indonesia mengenal ciri-ciri uang asli.
"Kami juga melakukan penguatan dan kerja sama dengan penegak hukum, bukan hanya di Jakarta tapi juga dengan Polri dan Kejaksaan Agung sudah kerjasama dan ini ditindaklanjuti di level Kabupaten/Kota."
Baca juga:
Hingga Oktober, temuan uang palsu mencapai 273.223 lembar
Terlilit utang rentenir, Doni dan Ahmad jualan uang palsu di Depok
Simpan dan nekat belanjakan duit palsu, Margiati dibekuk polisi
Bayar PSK pakai uang mainan, kakek Subakhir diamankan polisi