LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Penyaluran kredit UMKM RI masih rendah dibanding Thailand

Hingga Juni 2016, hanya 19,7 persen dari total penyaluran kredit perbankan untuk UMKM.

2016-09-15 11:47:00
UMKM
Advertisement

Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia saat ini mencapai 57,89 juta. Jumlah ini termasuk yang paling banyak di antara negara lainnya, terutama sejak 2014 dan terus mengalami perkembangan hingga tahun ini.

Namun, peningkatan jumlah pelaku usaha tersebut tidak sejalan dengan penyaluran kredit untuk UMKM. Hingga Juni 2016, hanya 19,7 persen dari total penyaluran kredit perbankan. Bahkan, porsi tersebut masih sangat kecil untuk mendukung pengembangan UMKM.

"Pencapaian target pemberian kredit ke UMKM masih sangat rendah, saat ini masih mencapai 19,7 persen. Ini kalau dibandingkan dengan negara lain sangat rendah, di Korea itu hampir 40 persen dan Thailand hampir 35 persen," ujar Kepala Departemen Regional BI Dian Ediana Rae saat acara 'Seminar Nasional Ekonomi Tinggi, Berkualitas dan Berkelanjutan Melalui Peningkatan Value Addred UMKM' di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/9).

Advertisement

Padahal, katanya, jumlah UMKM tersebut didominasi total pelaku usaha dengan porsi 99,99 persen. Bukan hanya itu, UMKM juga mempekerjakan sekitar 114,14 juta orang. Angka tersebut sekira 96,99 persen dari total lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia.

Sementara pada kesempatan sama, Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan menambahkan perkembangan pelaku UMKM memicu masyarakat usia produktif untuk menciptakan peluang usaha baru dengan membuka bisnis.

"UMKM sebagai landasan atau fondasi dasar dari ekonomi kerakyatan, kami memiliki produk untuk membangun UMKM di Indonesia. Dimana Kredit Mikro Utama kami hanya 8,71 persen," kata Irfan.

Advertisement

Ahmad menjelaskan pihaknya bukan hanya berperan sebagai penyaluran kredit, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap debitur dengan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat terpadu.

"Kami telah membentuk 100.000 wirausaha baru dengan bunga pinjaman 8,3 persen atau 0,37 persen per bulan," jelasnya.

Sebagai informasi, Peraturan BI (PBI) No 17/12/PBI/2015, bank umum diwajibkan untuk meningkatkan penyaluran kredit atau pembiayaan ke UMKM. Dalam pokok kebijakan, bank umum diharuskan untuk meningkatkan penyaluran kredit UMKM secara bertahap, yakni pada 5 persen pada 2015, naik jadi 10 persen di 2016, 15 persen di 2017 dan menjadi 20 persen di 2018.

Baca juga:
BI: Desain baru uang Rupiah untuk mengenalkan pahlawan nasional
BI prediksi neraca perdagangan RI Agustus 2016 surplus
BI sebut 3 sektor ini jadi penopang ekonomi RI tahun depan
Idul Adha, BI sembelih 161 hewan kurban
BI izinkan bank kecil selenggarakan Layanan Keuangan Digital
Per Juli 2016, 103.673 agen LKD bisa kumpulkan 1,2 juta rekening
Rupiah kembali merosot ke level Rp 13.115 per USD

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.